U

Mendag: Harga Bahan Pokok Stabil, Inflasi Terkendali, Pasokan Lancar

Jakarta— Pemerintah menjamin pada periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 harga barang kebutuhan pokok (bapok) stabil dan terkendali, serta inflasi sesuai target. Untuk  itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran pasokan bapok sehingga perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berjalan dengan khidmat.

“Masyarakat  tidak  perlu  khawatir,  Pemerintah  menjamin  harga  dan  pasokan  bapok  terkendali sehingga inflasi tetap terjaga sesuai target,” ujar Mendag Zulkifli Hasan dikutip dari kemendag.go.id pada Rabu (27/12/2023).

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, periode Natal 2023 dan Tahun Baru2024 menjadi tonggak manis terjaganya stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok sepanjang 2023.Pasalnya, Inflasi secara  tahun kalender  (berjalan) atau  pada  November tercatat  sebesar  2,19  persen.

“Artinya terkendali  dan masih  dalam  sasaran  inflasi  2—4 persen. Sedangkan  pada  tahun  sebelumnya tercatat sebesar 2,86 persen,” lanjutnya.

Kemendag  secara  periodik  terus  melakukan  pemantauan  harga  dan  pasokan  melalui  Sistem Pemantauan  Pasar  dan  Kebutuhan  Pokok  (SP2KP).  Berdasarkan  hasil  pantauan  679  pasar  di  503 kabupaten/kota   pada   Jumat,   (22/12),   secara   umum   harga   bapok   dibanding   seminggu   lalu cenderung  stabil.  Komoditas  aneka  cabai  mulai turun  sebagian  besar  wilayah  Sumatra,  Jawa,  dan Sulawesi  seiring  pasokan  yang  berangsur  meningkat.

Secara  nasional,  harga  cabai  merah  keriting turun menjadi Rp63.700/kg dibanding minggu sebelumnya yang tercatat Rp72.800/kg, cabai merah besar  Rp64.600/kg  sebelumnya  Rp71.900/kg,  dan  cabai  rawit  merah  Rp89.800/kg  sebelumnya Rp97.100/kg.Sementara  harga  beberapa  komoditas  lainnya  terpantau  stabil.  Komoditas  tersebut  antara  lain tepung terigu Rp13.200/kg, daging ayam ras Rp36.200/kg, telur ayam ras Rp29.400/kg, dan bawang putih  Rp33.000/kg.  Selain  itu,  komoditas  beras,  khususnya  beras  medium  secara  nasional    stabil dengan  harga  Rp13.700/kg  dan  beras  premium  Rp15.100/kg.  Stabilitas  harga  beras  tersebut ditopang  program  beras SPHP pemerintah  dengan  capaian  realisasi distribusi  mencapai  lebih  dari 1,1 juta ton.

Di sisi lain, harga minyak goreng juga terpantau stabil sepanjang 2023. Stabilitas harga ini ditopang program Domestic Market Obligation (DMO) yang mampu menjaga pasokan minyak goreng dalam negeri. Menjelang Natal dan Tahun Baru atau dalam tiga bulan terakhir, realisasi program ini telah mendekati 100 persen dengan proporsi Minyakita terjaga 35 persen. Adapun untuk harga rata-rata nasional minyak goreng curah tercatat Rp14.500/liter, Minyakita Rp15.100/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.600/liter.

Sedangkan untuk komoditas gula pasir mengalami sedikit fluktuasi jika dibanding bulan sebelumnya sehingga menjadi Rp17.300/kg. Selain itu, harga komoditas bawang merah juga mengalami fluktuasi menjadiRp35.600/kg. Namun  kenaikan  ini menuju kewajaran karena  sebelumnya  harga bawang merah berada pada level yang sangat rendah.

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, Kemendag telah melakukan beberapa langkah konkret dalam menjaga  ketersediaan  pasokan  dan  stabilitas  harga  pangan.  Pertama, dengan  mengintensifkan  pemantauan  ketersediaan  pasokan  dan  perkembangan  harga  barang kebutuhan pokok pada 679 pasar di 503 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kedua, mendorong produsen minyak goreng memenuhi kewajiban DMO dengan proporsi Minyakita sebesar 40 persen. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kecukupan dan stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri pada periode Natal dan Tahun Baru.

Ketiga,   Kemendag   bekerja   sama   dengan   Badan   Pangan  Nasional   dan   Bulog   mengakselerasi pendistribusian beras SPHP dan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah di Indonesia.

Keempat, Kemendag  terus  berkoordinasi  dengan  Badan  Pangan Nasional dan  Pemerintah  Daerah untuk  mendorong dilakukannya  subsidi ongkos  angkut dalam  rangka  distribusi barang  kebutuhan pokok,  khususnya  komoditas  bawang  merah  dan  cabai  yang  saat  ini  panennya  masih  sporadis  di sentra tertentu. Untuk komoditas cabai, saat ini mengalami tren penurunan harga di berbagai pasar eceran seiring panen yang mulai berlangsung di sentra produksi.

Kelima,   khusus   komoditas   yang   pemenuhannya   berasal   dari   impor,   Kemendag memastikan manajemen importasi yang tepat waktu dan tepat jumlah sesuai dengan koordinasi yang dilakukan antarkementerian dan lembaga terkait.

Keenam, Kemendag memastikan kelancaran distribusi selama arus pergerakan lalu lintas Natal dan Tahun  Baru  dengan  bekerja  sama  dengan  Kementerian  Perhubungan  dan  Kepolisian  RI  guna memastikan  kelancaran distribusi bapok.  Selain  itu,  Kemendag  mengintensifkan distribusi  melalui program Gerai Maritim untuk wilayah Indonesia Timur.

Ketujuh,  Kemendag  melakukan  pengawasan distribusi  barang  kebutuhan  pokok  dengan  melibatkan Satuan  Tugas  Pangan  pangan  untuk  mencegah  upaya  spekulasi/penimbunan  oleh  oknum  pelaku usaha menjelang dan selama Natal dan Tahun Baru. “Kata   kuncinya   adalah   kerja   sama   dan   kolaborasi.   Dengan   bersinergi   dengan   pemangku kepentingan terkait, Pemerintah jamin harga dan pasokan bapok terkendali sehingga masyarakat dapat tersenyum,” tutup Mendag Zulkifli Hasan.

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah

Sekarang

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah

Sekarang

DPRD Kota Malang Gelar Dialog Bersama Warga Isi Reses

Sekarang