Arus Lalin Kayutangan Kembali Dievaluasi
MALANG- Arus lalu lintas (lalin) di kawasan Kayutangan Kota Malang kembali dikaji. Termasuk di antaranya masalah parkir. Pemkot Malang bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) sudah melakukan rapat koordinasi terkait evaluasi arus lalin Kayutangan. Salah satu yang terpotret adalah adalah pembahasan manajemen rekayasa lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan Kayutangan Heritage yang kini sedang ramai menjadi sorotan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, R. Widjaja Saleh Putra menyebutkan, rapat koordinasi ini merupakan rapat lanjutan dari rapat-rapat yang sudah dilakukan sebelumnya bersama dengan Forum Lalu Lintas.
“Ada beberapa hal yang perlu segera kita putuskan. Tetapi ada beberapa hal juga yang kami merasa perlu petunjuk dari Bapak Pj Wali Kota Malang untuk keputusannya,” jelasnya.
Pria yang kerap disapa Jaya ini menambahkan dalam rapat koordinasi yang sudah pernah dilakukan, terdapat enam kajian rekayasa lalu lintas di lima kecamatan yang mulai disusun sejak tahun 2022. Namun pada kesempatan kali ini Jaya mengaku rapat koordinasi berfokus pada penataan arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM menyebutkan pihaknya telah menerima beberapa aspirasi dari masyarakat, terutama terkait dengan arus lalu lintas dan juga mengenai lahan parkir di kawasan Kayutangan.
Wahyu mengatakan dari beberapa aspirasi yang masuk, tentunya tidak semua bisa langsung diakomodir oleh Pemkot Malang.
“Karena dari kita kan juga perlu adanya masukan dari pakar dan pihak terkait. Nanti monggo ada masukan dari semua, agar apa yang kita putuskan ini benar-benar berdasarkan hasil rapat dan diskusi dari Forum Lalu Lintas, bukan karena keinginan sepihak dari Pemkot Malang,” urainya.
Wahyu berharap nantinya permasalahan ini akan bisa segera diselesaikan. Sebab dampak arus lalu lintas yang ada di kawasan Kayutangan Heritage ini juga berdampak pada kawasan lain di sekitarnya.
“Harapannya kita bisa mengembalikan fitrah dan tujuan dengan menjadikan arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage ini menjadi satu arah untuk memaksimalkan jalan dan mengurai kemacetan,” pungkasnya. (ran)















