ASN Pemkot Surabaya Berkantor di Balai RW Kian Mudahkan Warga
SekarangAja, SURABAYA–Warga Kota Surabaya makin dimudahkan dalam mendapat pelayanan publik. Itu karena mulai Oktober ini, ASN Pemkot Surabaya mulai berkantor di Balai RW di Surabaya.
Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini untuk membantu warga mendapat pelayanan publik. Warga kini makin dekat dengan akses pelayanan publik dan makin dimudahkan berbagai urusannya.
Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan warga langsung dari tingkat lingkungan terdekat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto, menjelaskan penempatan personel disesuaikan dengan jumlah Balai RW yang ada di Surabaya. Petugas yang diterjunkan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) gabungan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Perangkat Daerah (PD) pengampu di wilayah tersebut.
“Semua PNS mulai dari staf sampai Ketua Tim Kerja (Katimja) atau Kepala Seksi (Kasi) yang ditugaskan sudah hadir di Balai RW, kecuali yang kebetulan sedang sakit, cuti, atau menjalankan dinas luar,” kata Lilik belum lama ini.
Sekda Lilik menegaskan, tujuan utama dari program ini mendekatkan pelayanan publik ke tengah-tengah masyarakat. Pemkot Surabaya tidak hanya ingin menghadirkan fisik petugas di lapangan, tetapi juga memastikan setiap persoalan administrasi maupun pelayanan warga dapat tuntas di tingkat RW.
Mengenai jam kerja, tidak ada penyesuaian khusus. ASN yang bertugas di Balai RW tetap melayani warga sesuai jam operasional instansi pemerintah. Yakni mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB.
Demi pelayanan berjalan optimal, Pemkot Surabaya memberikan arahan tegas kepada seluruh ASN untuk memahami Standard Operating Procedure (SOP) serta alur pelayanan dengan baik.
Lilik mengimbau, para ASN agar segera berkoordinasi langsung dengan atasan atau menghubungi helpdesk dan call center dinas terkait, apabila menemukan kendala yang rumit.
“Kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya yang mulai bertugas di Balai RW hari ini dan seterusnya, saya minta untuk menjalankan amanah dan program ini dengan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi,” kata Lilik.
Pada pelaksanaan hari pertama, jajaran pimpinan Pemkot Surabaya termasuk Asisten, Staf Ahli, Kepala PD, Camat, hingga Lurah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi (monev).
“Berdasarkan pantauan awal kami, antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan di Balai RW tergolong cukup tinggi,” kata Lilik.
Kendati demikian, Pemkot Surabaya menyadari masih dibutuhkannya penguatan sosialisasi secara masif agar seluruh warga Surabaya mengetahui keberadaan dan jenis layanan ASN di Balai RW.
Dia menambahkan, monitoring akan dilakukan secara berkala. Mulai dari evaluasi mingguan pada tahap awal hingga evaluasi rutin bulanan.
“Kami juga melakukan rekapitulasi permasalahan di lapangan melalui Badan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) sebagai bahan perbaikan sistem layanan, koordinasi, serta sinergi lintas PD ke depannya,” jelasnya.
Hari pertama ASN berkantor di Balai RW mendapatkan sambutan hangat dari pengurus wilayah maupun warga setempat.
Sekretaris RW 12 Kelurahan Kaliasin, Kecamatan Genteng, Budi Siswanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran petugas ASN di balai RW mereka.
Menurutnya, keberadaan ASN sangat membantu warga karena tak perlu lagi datang ke kantor kelurahan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan (adminduk).
“Sangat terbantu sekali. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke kelurahan. Kalau ada keperluan mendesak terkait adminduk maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), prosesnya jadi cepat dan langsung terlayani di lingkungan sendiri,” kata Budi.
Budi mengungkapkan, kehadiran ASN di Balai RW 12 tidak hanya untuk mengurus adminduk, tetapi juga menjadi wadah diskusi dan koordinasi bagi berbagai permasalahan sosial di lingkungan warga.
Di antaranya pembahasan penanggulangan bencana, kegiatan posyandu, pencegahan dan penanganan stunting, kendala pendidikan sekolah, hingga pengembangan program Karang Taruna.
“Bahkan masalah fisik lingkungan seperti perbaikan saluran air juga bisa langsung didiskusikan dengan ASN di sini. Jadi fungsinya lengkap, bukan sekadar urusan surat-menyurat,” tambah Budi.
Sejak pagi hingga sore hari, antusiasme masyarakat Balai RW 12 Kaliasin tergolong tinggi. Budi mencatat puluhan warga datang secara bergantian memanfaatkan berbagai jenis layanan dengan permasalahan yang beraneka ragam.
Melihat besarnya manfaat program ini, Budi berharap kehadiran ASN Pemkot Surabaya di Balai RW dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Sebab, ASN yang bertugas bertindak sebagai jembatan efektif antara kebijakan Pemkot Surabaya dan kebutuhan nyata masyarakat.
“Harapan kami program ini ada terus dan konsisten. Masalah di setiap lingkungan RW itu kan beda-beda dan beranekaragam. Kehadiran ASN di balai RW ini benar-benar menjadi jembatan yang mempercepat penanganan masalah warga langsung di akarnya,” kata dia. (red)
- ASN Pemkot Surabaya Berkantor di Balai RW
- Biodata Lilik Arijanto
- Biodata Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto
- Dinas Pemkot Surabaya yang berkantor di Balai RW
- Jam kantor PNS Pemkot Surabaya di Balai RW pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB
- Jam pelayanan publik Surabaya di Balai RW
- Lilik Arijanto
- Pemkot Surabaya
- Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto
- Sekretaris RW 12 Kelurahan Kaliasin Kecamatan Genteng Surabaya Budi Siswanto
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi















