U

Ini Langkah Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran

SekarangAja, LOMBOK TENGAH Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyiapkan sejumlah langkah pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pascakebakaran beberapa waktu lalu.

Berbagai langkah itu disampaikan Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat mengunjungi Desa Adat Sade pascakebakaran beberapa waktu lalu.

Untuk Rencana Jangka Panjang, terdapat empat  langkah utama yang telah dibahas di dalam rakor tersebut. Pertama, Menpar Widiyanti menginisiasi untuk membentuk tim kerja lintas Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta Mitra dan melibatkan masyakat adat, untuk mendata secara terperinci masyarakat dan pekerja yang terdampak agar penyaluran bantuan dapat lebih terarah.

‘’Kedua, perencanaan untuk membuka satu akun donasi sehingga pengumpulan dana dapat dilakukan melalui satu pintu untuk mendukung rekonstruksi desa. Ketersediaan bahan baku untuk membangun kembali rumah tradisional juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adat saat ini,’’ kata Menpar  Widiyanti.

Ketiga lanjutnya, penyusunan Master Plan Rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan dengan melibatkan masyarakat agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa serta tetap mempertahankan karakter dan identitas Sade.

Menpar Widiyanti berharap master plan tersebut nantinya dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat. Selain itu, di saat pembangunan kawasan ini, perlunya penyediaan Proteksi Kebakaran Terintegrasi dengan menyiapkan titik-titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa, serta pembuatan embung atau penampungan air darurat di area sekitar kawasan, menjadi sangat penting dalam pembangunan ini.

“Bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya. Mudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama,” kata Menpar Widiyanti.

Infrastruktur dasar, mulai dari amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga sistem proteksi kebakaran, juga menjadi perhatian dalam proses rekonstruksi.

Sedangkan langkah keempat, Pembangunan Rumah Layak Tinggal. Hal ini pernah dilakukan bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian Pariwisata. Yakni, membangun 40 unit Rumah Layak Tinggal bagi Masyarakat Adat Sade.

Selain itu terdapat empat langkah jangka pendek pun telah dibahas dan akan ditindaklanjuti secara bertahap dan menyeluruh. Pertama, penyediaan dan distribusi stock makanan untuk para korban terdampak.

Kedua, pembuatan Dapur Umum dan bantuan logistik, dimana Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/POLRI, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketiga, Program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Program pemberdayaan seperti: Trauma Healing bagi korban terdampak khususnya anak kecil, Memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa terkait prosedur Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Selain itu, perlunya penguatan pendampingan pembangunan usaha bagi masyarakat adat Sade dengan dukungan lintas sektor. Seperti modal bekerja para pelaku usaha pariwisata, fasilitas pendukung alat menenun, dan realokasi tempat sementara untuk menghidupkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat adat Sade secara bertahap.

Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata juga memberikan bantuan sejumlah alat tenun yang dibutuhkan kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan perannya sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal Sasak.

Keempat, rencana pembangunan museum sementara dan masjid. Museum diharapkan menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal secara langsung dan autentik sejarah, nilai budaya Desa Adat Sade, serta kehidupan masyarakat SukuSasak.

Sementara itu, masjid akan menjadi sarana ibadah bagi masyarakat adat sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim yang berkunjung. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan menjelang peak season, khususnya momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Pemulihan Desa Adat Sade juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Keberadaan masyarakat beserta tradisi, pengetahuan lokal, dan autentisitas kehidupan desa merupakan kekuatan utama yang menjadikan Sade memiliki nilai penting dalam pariwisata Lombok.

Oleh karena itu, Menpar  Menpar  Widiyanti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh ekosistem pariwisata agar proses pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi Sade seperti sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakat dan keberlanjutan desa pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya,” kata Menpar Widiyanti.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Menpar Widiyanti beserta jajaran yang berkunjung langsung ke Lombok untuk membahas penanganan pascakebakaran Desa Adat Sade sekaligus memberikan arahan mengenai berbagai hal yang perlu menjadi prioritas, mulai dari persoalan kemanusiaan hingga rekonstruksi desa.

“Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut,” kata Iqbal.

Salah seorang warga Desa Adat Sade, Amak Pani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran, perhatian, dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, asosiasi, maupun para donatur yang memberikan bantuan material dan moral bagi masyarakat Desa Adat Sade.

Ia bercerita bahwa aktivitas pariwisata masyarakat desa saat ini terhenti. Namun, Amak Pani tetap optimistis bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat pembangunan kembali Desa Adat Sade. Ia juga menegaskan komitmen masyarakat untuk memastikan pembangunan kembali rumah-rumah adat tetap mempertahankan nilai tradisional dan keasliannya.

“Jadi kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Saya selaku masyarakat Suku Sasak Sade mengucapkan matur tampiasih atas kunjungannya yang sudah membantu dan meliput kami. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung ke tempat kami sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula,” ujar Amak Pani. (red)

Ini Langkah Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah Berawan

Sekarang

Ini Langkah Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran

Sekarang

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah Berawan

Sekarang