Utsawa Dharma Gita Nasional pada 2027 Digelar di Sulawesi Tengah
SekarangAja, PALU– Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Nasional pada 2027 dijadwalkan digelar di Provinsi Sulawesi Tengah. Ini merupakan UDG kali ke 16 digelar Kementerian Agama (Kemenag).
Itu berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 277 Tahun 2026. Sekarang berbagai persiapan dilakukan. Salah satunya melalui koordinasi antara jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama dengan Gubernur Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyukseskan perhelatan nasional ini. Menurutnya, sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah bahkan telah merancang pembangunan gedung serbaguna dengan kapasitas hingga 30.000 orang di kawasan Taman Kota Palu untuk lokasi pembukaan kegiatan. Selain itu, Pemprov Sulawesi Tengah juga menyatakan dukungannya dalam pemenuhan kebutuhan anggaran penyelenggaraan.
Tak sekadar ajang perlombaan, UDG XVI Tahun 2027 direncanakan akan menjadi momentum promosi kekayaan budaya daerah dengan target pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rangkaian kegiatan tersebut meliputi penanaman 3.000 bibit pohon durian, penampilan kolosal 3.000 penari Tari Rejang, serta sajian kuliner 30.000 tusuk sate khas daerah.
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof I Nengah Duija menyambut baik sinergi dan antusiasme Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sukses dalam hal penyelenggaraan UDG, tetapi juga mampu memberikan dampak ikutan (multiplier effect) bagi pengembangan pariwisata, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian nilai-nilai religius bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Bimas Hindu Kemenag, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Pembimas Hindu, pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi fondasi kuat untuk memastikan UDG Nasional XVI Tahun 2027 menjadi ajang pelestarian nilai keagamaan yang mempererat persatuan bangsa. (red)















