U

Luxury Business Gathering Cara Kemenpar Perkuat Pasar Domestik

SekarangAja, JAKARTA Pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional melalui kegiatan Luxury Business Gathering terus diperkuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Itu sebagai upaya mendorong wisatawan nasional (wisnas) semakin memilih berwisata di dalam negeri dengan memanfaatkan beragam produk wisata berkualitas, eksklusif, dan berdaya saing tinggi.

Kementerian Pariwisata memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional melalui kegiatan Luxury Business Gathering. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial melalui format VIP luncheon dan business matchingbyang dirancang untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

Kegiatan yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Jakarta  tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial melalui format VIP luncheon dan business matching yang dirancang untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan dinamika global, perubahan geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia turut memengaruhi pola perjalanan wisatawan Indonesia. Situasi tersebut, menurutnya, menghadirkan peluang bagi industri pariwisata nasional untuk semakin memperkuat daya saing produk wisata dalam negeri.

“Kondisi ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Menpar Widiyanti.

Potensi pasar wisata domestik juga terus menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada periode Januari–Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 319,51 juta perjalanan, meningkat 13,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan pelaku industri pariwisata premium yang telah dikurasi oleh Kementerian Pariwisata.

“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang,” kata Made.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, menambahkan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan 10 sellers premium dan sekitar 25 buyers potensial dalam format pertemuan yang lebih terarah dan produktif.

“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” kata Erwita.

Sepuluh sellers yang berpartisipasi berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata premium, mulai dari jaringan hotel internasional, operator perjalanan wisata, pelaku wisata bahari, hingga asosiasi industri pariwisata.

Menurut Erwita, kegiatan ini juga menjadi proyek percontohan Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang semakin kuat, terintegrasi, dan berdaya saing.

“Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi pariwisata premium berkelas dunia,” ucap Erwita.

Melalui penguatan kolaborasi antara pelaku industri dan pembeli potensial, Kementerian Pariwisata berharap semakin banyak produk wisata premium Indonesia yang mampu menjawab kebutuhan pasar, memperluas pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat di destinasi wisata. (red)

Sekarang