Ini Geopark Indonesia yang Raih Green Card UNESCO
SekarangAja, JAKARTA– UNESCO menyelenggarakan seremoni penyerahan sertifikat kepada 12 UNESCO Global Geopark (UGGp) yang merupakan usulan baru dari 10 negara dan 38 UGGp dari 24 negara yang berhasil melewati proses revalidasi serta berhak mendapatkan status ”Green Card”. Indonesia menjadi salah satu negara yang memperoleh pengakuan bergengsi tersebut melalui tiga geoparknya.
UGGp merupakan area geografis tunggal dan terpadu di mana situs dan lanskap yang dengan signifikansi geologis internasional dikelola melalui konsep holistik tentang perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
UNESCO memberikan pengakuan atas kinerja berkelanjutan UGGp dalam melindungi warisan alam sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di komunitas lokal sekitar kawasan.
Sertifikat bagi Indonesia diberikan kepada tiga UGGp, yaitu Rinjani UGGp, Toba Caldera UGGp, dan Ciletuh – Pelabuhanratu UGGp. Ketiganya berhasil menyelesaikan proses revalidasi pada tahun 2025. Sertifikat diterima oleh Muhamad Oemar, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Prancis, Andorra, Monako serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Ananto Kusuma Seta, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proses revalidasi UGGp untuk Rinjani, Toba Caldera dan Ciletuh – Pelabuhanratu.
“Sebagai negara dengan jumlah UGGp terbanyak ketiga di dunia, Indonesia telah membuktikan mampu menjaga dan mengelola untuk pembangunan berkelanjutan. Selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang membantu keberhasilan membanggakan ini,” jelas Ananto.
Dalam seremoni tersebut, UNESCO Chief of the Section for Earth Sciences and Geoparks, Kristof Vandenberghe, memberikan apresiasi sekaligus menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi jaringan UGGp secara global saat ini.
“Tantangan utama yang dilaporkan oleh para Geopark adalah pendanaan dan keberlanjutan finansial, kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap keahlian dan kolaborasi internasional, kapasitas pendidikan dan penjangkauan publik, kapasitas pemerintah dan kelembagaan serta infrastruktur dan aksesibilitas,” jelas Kristof Vandenberge.
Kristof Vandenberghe juga menyatakan kesiapan UNESCO untuk mendukung pengembangan UGGp secara berkelanjutan, mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas, fasilitas kolaborasi internasional, akses terhadap sumber pendanaan, panduan dan peralatan operasional serta visibilitas dan advokasi yang lebih kuat bagi seluruh anggota jaringan global. (red)















