Merawat Asa Kartini Bersaudara, Tinik Wijayanti Dorong Perlindungan Perempuan di Ruang Pendidikan, Ruang Publik, dan Ruang Digital
SekarangAja, MALANG–Selama ini, sebagian besar masyarakat hanya mengenal RA Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan. Padahal perjuangan tersebut dijalankannya bersama dua saudara kandungnya, RA Kardinah dan RA Roekmini.
Ketiga putri R.M. Adipati Ario Sosroningrat ini meletakkan fondasi penting perjuangan perempuan melalui pendidikan, kesehatan, dan sosial di masa kolonial Hindia Belanda.
Semangat kolektif tiga bersaudara ini, kini menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berani mengambil peran strategis. Itu termasuk dalam dunia politik dan pemerintahan.
Anggota DPRD Kota Malang Tinik Wijayanti menilai sudah saatnya narasi perjuangan perempuan tidak hanya berpusat pada satu tokoh, melainkan juga mengangkat peran kolektif.
“Selama ini kita hanya mengenal R.A. Kartini, padahal ada juga R.A. Kardinah dan R.A. Roekmini yang juga berjuang bersama-sama. Ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar tidak lahir dari satu orang saja, tetapi dari gerakan bersama,” ujar Tinik Wijayanti.
Pada konteks masa kini perjuangan dapat dilakukan dalam berbagai bidang, Tinik mendorong terciptanya ruang-ruang yang ramah dan aman bagi perempuan—baik ruang publik, ruang pendidikan, hingga ruang digital.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Malang ini menilai bahwa ruang digital saat ini memiliki dampak yang sangat besar dalam membentuk pola pikir, partisipasi, dan peluang perempuan di berbagai sektor.
“Ruang digital bukan lagi pelengkap, tetapi telah menjadi ruang utama. Karena itu, penting memastikan ruang digital aman, inklusif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang di dalamnya,” tegas anggota Komisi C DPRD Kota Malang ini.
Tinik yang juga sekretaris DPD Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK ’57) Provinsi Jawa Timur ini ingin mendorong penguatan program pelatihan literasi digital bagi perempuan dan pemuda, serta advokasi kebijakan yang dapat menciptakan ruang publik yang bukan hanya aman tetapi juga inklusif bagi perempuan di Kota Malang.
Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan komitmen pemerintah daerah dan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi untuk memperluas akses perempuan dan pemuda dalam berbagai sektor.
Momentum peringatan Hari Kartini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan masih harus terus berjalan untuk memastikan perempuan turut berpartisipasi dalam pembangunan.
Dengan menjadikan semangat Kartini bersaudara sebagai inspirasi, Tinik berharap dapat menjadi bagian dari lahirnya generasi perempuan dan pemuda yang berdaya, mandiri, dan berdampak di Kota Malang. (red)
- Anggota DPRD Kota Malang Tinik Wijayanti
- Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Tinik Wijayanti
- DPD Partai Golkar Jawa Timur
- DPD Partai Golkar Kota Malang
- DPP Partai Golkar
- DPRD Kota Malang
- Fraksi Golkar DPRD Kota Malang
- Merawat Asa Kartini Bersaudara
- Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Malang Tinik Wijayanti
- Tinik Wijayanti Dorong Perlindungan Perempuan di Ruang Digital
- Tinik Wijayanti Dorong Perlindungan Perempuan di Ruang Pendidikan
- Tinik Wijayanti Dorong Perlindungan Perempuan di Ruang Publik















