U

Majelis Buddhayana Indonesia Jakarta Tanam Ratusan Pohon Peringati 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia

SekarangAja, JAKARTADalam rangka memperingati 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Daerah Khusus Jakarta menanam ratusan pohon di Vihara Bhakti Pramuka, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dirjen Bimas Buddha Kemenag Supriyadi mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kontribusi Umat Buddha dalam penguatan ekoteologi yang digalakkan Menteri Agama Nasaruddin Umar sejak dua tahun terakhir. Ekoteologi kini menjadi program prioritas Kemenag.

“Ini bagian dari sinergitas antara Kementerian Agama dengan badan keagamaan bunaan Bimas Buddha. Kami terus menggerakkan semua pihak yang berkaitan dengan kami di Bimas Buddha, khususnya para badan keagamaan. Kami terus dorong banyak kegiatan-kegiatan ekoteologi yang kemudian sebagian menerjemahkan dengan kata ekodharma,” jelasnya.

Peringatan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia menjadi momentum penguatan gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai spiritual ini. Ribuan pohon ditanam dan gerakan ekoteologi terus didorong hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami terus mendorong kegiatan ekoteologi, yang dalam praktik Buddhisme juga dikenal sebagai ekodharma. Ini pada dasarnya adalah penerjemahan ajaran dharma ke dalam tindakan nyata menjaga alam,” ujarnya.

Supriyadi juga menyebut, gerakan ekoteologi dalam Buddhisme tidak terbatas pada penanaman pohon, tetapi mencakup berbagai kegiatan berkelanjutan, seperti pemanfaatan eco-enzyme, pengolahan limbah organik, serta penerapan gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) di rumah ibadah.

“Harapan saya bahwa program prioritas Menteri Agama ini juga dapat turun sampai ke level grassroots (akar rumput). Tidak hanya dalam wacana, tapi sampai ke level operasional di masjid-masjid rumah ibadah, dan keluarga,” tandasnya.

Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia Provinsi DKI Jakarta dan Banten sekaligus Ketua Panitia, YM Bhikkhu Bhadranatha Thera, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu program utama dalam peringatan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia.

“Tentunya kami sebagai organisasi buddhis yang terbesar di Indonesia, khususnya Sangha Agung Indonesia, di pengabdian ke-67 tahun ini mengadakan salah satunya adalah bagian ekoleogi atau penanaman pohon. Ini kita semarakkan, kita kobarkan, kita dorong, khususnya untuk di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dan sampai saat ini kita sudah bisa menanam pohon sekitar lebih dari 7.000 pohon,” jelasnya.

Bhadranatha memastikan aksi akan menjadi satu program yang berkelanjutan. Artinya, aksi tidak hanya saat ini saja, tapi akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.

“Karena tentu kita melihat bahwa di Indonesia saat ini alam kita juga sudah banyak yang rusak, begitu banyak bencana alam, penepangan pohon, dan sebagainya. Sehingga tentu banyak makhluk yang mengalami penderitaan. Bukan hanya makhluk satwa, tetapi juga manusia, juga banyak yang mengalami penderitaan atau terkena dampak dari adanya kerusakan hutan itu sendiri,” tandasnya.

Bhadranatha menegaskan bahwa ajaran Buddhisme menempatkan cinta kasih sebagai kunci dalam menjaga keseimbangan alam. Menanam pohon adalah bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab terhadap semesta.

Ia pun mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus berkontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari praktik spiritual.

“Kami mendorong seluruh umat Buddha di seluruh Indonesia agar memiliki cinta kasih dan kepedulian terhadap alam kita. Tentunya kita harus memahami bahwa tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang ingin hidup menderita. Semua makhluk mendambakan, mengharapkan kehidupan yang damai dan bahagia,” ucapnya. (red)

Sekarang

Libur Lebaran 2026 Gairahkan  Pariwisata Dongkrak Ekonomi

Sekarang