Asti Laka Lena Ajak Finalis Puteri Indonesia Asal NTT Kolaborasi Penanganan Kesehatan di NTT
SekarangAja, JAKARTA-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena mengajak Finalis Puteri Indonesia Asal NTT 2026, Melisa Sonia Foris untuk berkolaborasi dalam membantu penanganan berbagai masalah kesehatan di NTT.
Hal itu disampaikan ketika isteri Gubernur NTT yang akrab disapa Asti Laka Lena ini menerima Melisa Foris di Kantor Badan Penghubung NTT di Jakarta, Rabu (1/4/2026) hari ini. Asti Laka Lena ditemani Kepala Badan Penghubung NTT Florida Taty Setyawati dan stafnya.
”Jadi nanti mungkin, Melissa mumpung karena masih tinggal di sini, bisa kontak-kontak Bu Taty (Florida Taty Setyawati), kira-kira Ibu apa yang bisa kontribusi atau bisa ikut kegiatan-kegiatan apa. Silakan saja ya. Kita sih bisa menang, tapi apapun yang terjadi, silakan berkontribusi ke NTT, kalau di sini ya bisa hubungi Bu Taty,” kata Asti Laka Lena.
Selain itu, kata Asti, Melisa juga bisa kolaborasi dengan TP PKK misalnya kembali ke Maumere. Sebab banyak yang ditangani TP PKK. Seperti PKK, Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Dekranasda, dan Yayasan Kanker Indonesia.
”Nanti mungkin Melisa juga bisa bantu di sana karena saat ini NTT baru di provinsinya, kabupaten/kota belum. Saya lagi imbau, nanti setelah kita pelantikkan mungkin di bulan April pertengahan. Saya minta supaya ibu-ibu bupati, wali kota itu juga membuat cabang YKI di kabupaten kota masing-masing karena untuk kanker butuh banyak support,” kata Asti Laka Lena.
Asti menjelaskan, pasien dan penderita di NTT membutuhkan penanganan yang saling mendukung dari semua pihak. ”Kasihan pasien-pasien kita, dan penderitanya banyak juga ya bu? Banyak, banyak, dan cuma tidak banyak orang yang mau mengekspos ya sakitnya itu kaget-kaget sudah stadium akhir. Karena masih banyak yang malu, ada stigma, itu penyakit kutukan, dibikin dan bla bla blanya. Kemudian ada yang bahkan untuk dia periksa saja itu dia malu, dia tutup-tutupin,” tuturnya.
Asti menyayangkan karena masih ada tantangan lain, seperti ketika isteri mau periksa masih tunggu lagi izin dari suaminya. Selain itu, problem utama NTT berkaitan dengan topografi yang memengaruhi layanan. Sementara saat ini baru di RS WZ Johannes dan RS Ben Boi.
“Syukurnya sekarang sudah, BPJS sudah bisa terima juga, kemarin-kemarin masih belum jadi kasihan, mengantre,” ujarnya.
Lebih lanjut Asti menjelaskan, tantangan di lapangan tidak mudah, karena sering pasien datang dengan stadium satu-dua tetapi mendapatkan layanannya mungkin dia sudah menjadi stadium tiga-empat karena berbagai keterlambatan. Belum lagi, kata dia, j ada keterbatasan tenaga medis.
Keterbatasan ini, katanya, menyebabkan pasien yang bisa dilayani terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan tenaga medis yang ada.”Tapi memang sudah dibagi-bagi tetap saja memang belum memenuhi jumlah pasien dengan jumlah tenaga kesehatannya. Jadi ya memang nanti banyak yang harus dikerjakan ya di bidang kesehatan banyak yang bisa dilakukan untuk NTT, ” jelas Asti.
Selin kanker, lanjut Asti, NTT juga berhadapan dengan TB, malaria, HIV AIDS. Belum lagi, tambahnya, persoalan kekerasan perempuan. “Ini masih tetap jadi PR, kemarin saya juga sudah sampaikan ke Ibu Bupati, Wali kota, PR kita selanjutnya adalah meningkatkan literasi terkait dengan tugas kita sebagai Bunda Literasi, kemudian HIV AIDS ini sudah harus diperhatikan dari sekarang karena kalau tidak, ini bom waktu,” tutur Asti.
Menurutnya, dengan berbagai tantangan yang ada di NTT, maka membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Sehingga secara perlahan persoalan penanganan kesehatan di NTT makin baik dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT Florida Taty Setyawati menjelaskan, keberadaan Badan Penghubung NTT antara lain menangani seluruh diaspora di luar wilayah NTT. “Jadi semua permasalahan baik permasalahan maupun apa-apa yang dibutuhkan sama mereka, itu kita yang back up, sehingga bisa membantu menangani berbagai tantangan yang berkaitan dengan diaspora asal NTT,” jelas Taty.
Selain itu, kata Taty, Badan Penghubung NTT merupakan perpanjangan tangan Gubernur atau pemerintah provinsi NTT di Jakarta, teurtama dalam memfasilitasi di bidang pemerintahan maupun masyarakat semua di kita.(red)















