Pantau Arus Mudik di Jawa Timur, Kapolri Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng
SekarangAja, SURABAYA– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pantau langsung arus mudik di Surabaya, Minggu (15/3/2026) hari ini. Orang pertama di jajaran Polri itu di antaranya cek arus mudik di Stasiun Kereta Api (KA) Surabaya Gubeng.
Jenderal Sigit menyampaikan dari hasil pemantauan di Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng terlihat adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 11 persen dibandingkan kondisi normal.
Ia menjelaskan lonjakan penumpang mulai terjadi seiring kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tiket kereta api bagi masyarakat.
Selain itu, Stasiun Surabaya Gubeng juga menjadi salah satu titik strategis bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut.
“Tadi kita lihat ada yang juga datang dari luar kota, ada yang dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk sampai di wilayah-wilayah lokal dan juga melayani perjalanan jauh baik ke Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan DKI Jakarta,” jelasnya.
Melihat tren peningkatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh pihak untuk mengantisipasi kemungkinan jumlah pemudik yang lebih tinggi dari prediksi Kementerian Perhubungan.
Ia mengingatkan petugas agar tetap siaga serta menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan pemudik di stasiun, terminal, maupun pelabuhan.
“Tentunya kita tetap harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate terkait dengan prediksi survei yang ada,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Sehingga kemudian pada saat terjadi potensi lonjakan, semuanya sudah siap. Di kereta tadi saya tanya apakah ada kereta tambahan, kalau ada lompatan dari KAI juga mempersiapkan,” sambungnya.
Mantan Kepala Bareskrim ini memerintahkan seluruh jajaran serta pihak terkait untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, mulai dari sistem tiket, keamanan hingga layanan kesehatan.
“Tentunya saya berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik khususnya mendekati puncak arus mudik yang diperkirakan biasanya terjadi pada H-2,” tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta peningkatan patroli di sekitar stasiun, terminal hingga kawasan permukiman yang ditinggalkan warga selama mudik.
Hal tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi tindak kejahatan selama periode libur Lebaran 2026.
“Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan di mudik di tahun 2026,” tuturnya.
“Tentunya harapannya seluruh stakeholder terkait bersama-sama bersinergi untuk bisa bekerja memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkas Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (red)















