Destinasi Wisata Harus Bebas Pungli Jelang Libur Nyepi dan Lebaran
SekarangAja, BANTEN– Destinasi wisata harus bebas dari praktik pungutan liar menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran. Ini untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus melindungi citra pariwisata Indonesia.Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa.
“Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” tegas Wamenpar Ni Luh Puspa.
Praktik pungli masih kerap terjadi di sejumlah destinasi wisata, terutama saat lonjakan kunjungan pada musim liburan. Bentuk praktik tersebut umumnya berupa kenaikan harga yang melebihi tarif yang telah ditetapkan, baik untuk tiket masuk, harga makanan dan minuman, maupun biaya parkir.
Pemerintah memproyeksikan potensi pergerakan wisatawan pada momentum libur tahun ini mencapai sekitar 144 juta orang. Sementara itu, di Provinsi Banten khususnya kawasan Anyer, Carita, Sawarna, dan Tanjung Lesung, pemerintah daerah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2 juta orang.
“Kita tahu bersama bahwa Banten dan kawasan Pantai Anyer menjadi destinasi favorit bagi masyarakat, terutama yang berasal dari wilayah Jabodetabek. Karena itu Kementerian Pariwisata melakukan visitasi ke Provinsi Banten, khususnya Pantai Florida di sepanjang kawasan Pantai Anyer, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam menghadapi libur Lebaran dan Nyepi 2026,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Ia juga meminta keterlibatan aktif seluruh pihak terkait untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta memastikan keamanan wisatawan sehingga tercipta pengalaman berwisata yang berkualitas.
Sebelumnya Menteri Pariwisata juga telah menerbitkan surat edaran mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Kami mengajak pengelola destinasi serta para pelaku industri dan asosiasi pariwisata untuk bersama-sama mengawal dan mempersiapkan diri agar libur Lebaran kali ini berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata Wamenpar.
Selain faktor keamanan dan kenyamanan, aspek keselamatan wisatawan juga menjadi perhatian utama. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyampaikan pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah menyiapkan program siaga wisata untuk menyambut libur Nyepi dan Lebaran.
Saat ini telah terdapat 49 titik pemantauan yang setiap hari melakukan pengawasan sekaligus menyampaikan laporan terkait kondisi terkini di lapangan, termasuk pemantauan cuaca, jumlah kunjungan wisatawan, serta berbagai potensi kejadian lainnya.
“Gubernur Banten juga telah mengeluarkan surat edaran sesuai dengan instruksi Menteri Pariwisata. Kami telah mengimbau kepada pemerintah kabupaten dan kota serta para pengelola destinasi untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan di lingkungan masing-masing destinasi wisata,” tutur Eli.
Sementara itu, Ketua Balawista Nasional, Ade Erwin, menyampaikan dalam momentum libur Lebaran tahun ini pihaknya akan menurunkan 100 anggota Balawista yang telah tersertifikasi serta 150 relawan yang disiagakan di berbagai destinasi wisata.
“Mereka akan ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk di pos-pos pemantauan yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
Pengelola Pantai Florida yang juga Ketua Paguyuban Pariwisata Anyer–Cinangka, Fadil, menegaskan keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama.
Koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, telah dilakukan untuk memastikan pengamanan kawasan wisata berjalan optimal. Selain itu, peran Balawista juga dimaksimalkan sebagai garda terdepan dalam penanganan keselamatan wisatawan di area pantai dan laut.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan wisatawan, terutama terkait praktik getok harga yang sempat mencoreng citra kawasan wisata Anyer.
Untuk itu, pihak pengelola telah meminta para penyedia jasa wisata air serta pedagang di kawasan Pantai Florida untuk memasang daftar harga menu dan layanan secara jelas agar wisatawan mendapatkan informasi yang transparan.
“Tim kami juga akan berkeliling melakukan pengawasan. Jika ditemukan ada yang melakukan getok harga, maka akan langsung dilakukan pembinaan,” katanya.
Fadil berharap momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran tahun ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali citra pariwisata Anyer sebagai salah satu destinasi unggulan di Provinsi Banten. (red)















