U

UIN Malang Pecahkan Rekor MURI, Kampus Pertama Berdesain Bangunan Berlafaz Ar-Rahim

SekarangAja, MALANGUniversitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bikin rekor. Itu ditandai dengan diterimanya penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Perguruan Tinggi Pertama dengan Desain Bangunan Berlafaz Ar-Rahim. Penghargaan ini diberikan atas rancangan kawasan kampus yang membentuk tulisan Arab “Ar-Rahim” melalui tata letak beberapa gedung fakultas di Kampus III UIN Malang.

Penyerahan penghargaan berlangsung di kawasan Kampus III UIN Malang dan diberikan secara simbolis kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir dalam kegiatan ini Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amin Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta jajaran pimpinan UIN Malang.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menjelaskan bahwa konsep desain tersebut merupakan bagian dari visi besar pengembangan kampus sebagai pusat peradaban Islam.

Menurutnya, UIN Malang menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memiliki kawasan khusus dengan konsep arsitektur tematik berbasis lafaz Al-Qur’an.

“Satu-satunya PTKIN yang mempunyai kawasan Ar-Rahim. Ada lima gedung yang berlafal Ar-Rahim. Tentu saja nanti ada gedung Ar-Rahman dan kawasan Bismillah, sehingga lengkap Bismillahirrahmanirrahim. Semoga cita-cita ini akan terwujud dan insyaallah pemimpin-pemimpin UIN yang akan datang bisa melanjutkannya,” jelas r Ilfi dalam sambutannya di UIN Malang, Minggu, (8/2/2026) hari ini.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga dirancang sebagai simbol integrasi ilmu dan peradaban. “Di sinilah akan terwujud pusat peradaban Islam, tempat bertemunya pemikiran Barat dan Timur,” katanya.

Ilfi memaparkan bahwa Kampus III UIN Malang memiliki total lahan sekitar 120 hektare. Dari jumlah tersebut, kawasan Ar-Rahim dibangun di atas lahan 33 hektare. Ke depan, ia merencanakan pengembangan kawasan Ar-Rahman dan Bismillah masing-masing seluas 33 hektare sehingga total kawasan tematik mencapai 99 hektare. 

“Masih ada sisa 21 hektare, yang sekarang 20 hektare diperuntukkan untuk penguatan ekologi dan restorasi krisis ekologi. Sehingga kita tidak hanya menanam beton di sini, tetapi juga menanam pohon. Karena itu kita punya hutan kampus, sampai saat ini kurang lebih 20 hektare dan sudah ditanami sekitar 4.500 pohon,” jelasnya.

Beberapa gedung pembentuk lafaz Ar-Rahim terdiri dari beberapa fakultas. Di antaranya Fakultas Kedokteran dan Farmasi (Ya Mim), Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Humaniora (Alif Lam) dan Data Center (Ha). Kemudian kawasan tersebut juga dilengkapi gedung tambahan, termasuk Mahad Putra dan Mahad Putri serta Islamic Tutorial Center.

Rektor Ilfi juga mengungkapkan perkembangan signifikan Fakultas Kedokteran UIN Malang yang telah memperoleh akreditasi unggul dan harapan untuk segera mempunyai rumah sakit pendidikan.

“Fakultas Kedokteran sudah punya tiga prodi: Pendidikan Dokter, Profesi, dan S2 Biomedik. Segera disusulkan untuk spesialis. Namun yang menjadi harapan banyak dosen dan mahasiswa adalah memiliki rumah sakit pendidikan. Itu yang belum kami punya. Mudah-mudahan kita segera mempunyai rumah sakit pendidikan,” ujarnya.

Dirjen Pendis Kementerian Agama Amin Suyitno memberikan apresiasi atas capaian UIN Malang. Ia menilai penghargaan MURI tersebut menjadi bukti inovasi sekaligus komitmen institusi dalam membangun identitas akademik yang kuat.

“UIN Malang harus terus meneguhkan capaian-capaian akademik dan non-akademiknyanya agar semakin maju dan berkembang, bahkan semakin mendunia,” tegas Amin.

Menurutnya, prestasi ini perlu diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat agar keberadaan UIN Malang semakin dirasakan manfaatnya secara luas.

Dengan rencana pengembangan jangka panjang yang telah disusun, UIN Malang menargetkan diri menjadi pusat keilmuan Islam berkelas dunia yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat Indonesia. (red)

Begini Pesan Menkomdigi di HPN

Sekarang

Langkah Sunyi di Jalan Setapak Jadi Harapan di Sugapa

Sekarang

Begini Pesan Menkomdigi di HPN

Sekarang