U

Pak Mbois Pastikan Kota Malang Siap Jadi Tuan Rumah Satu Abad NU

Sekarangaja, MALANG– Kota Malang terus mematangkan persiapan menjelang penyelenggaraan Puncak Acara Satu  Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU). Rencananya  digelar pada 8 Februari 2026 mendatang. Agenda akbar yang akan diisi dengan Mujahadat Kubra ini diperkirakan dihadiri jemaah NU dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan  Pemkot  Malang telah melakukan langkah-langkah strategis dan koordinasi guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan untuk terlibat aktif sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Wahyu menegaskan, Pemkot Malang ingin memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti rangkaian Mujahadat Kubra. “Fokus utama kami adalah pada kesiapan pengamanan, kebersihan kota, pengaturan lalu lintas, layanan kesehatan, serta pelayanan publik bagi para jemaah yang hadir,” kata Pak Mbois, sapaan akrab Wali Kota Malang Wahyu Hidayat,  Kamis (22/1/2026) hari ini dikutip dari laman Malangkota.go.id.

Selain koordinasi internal, panitia lokal juga membangun sinergi dengan berbagai pihak eksternal. Sejumlah perguruan tinggi, unsur TNI dan Polri, perbankan, serta dunia usaha dilibatkan untuk mendukung kelancaran acara. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting mengingat skala kegiatan yang besar dan melibatkan massa dalam jumlah signifikan.

Pemkot Malang hadir sebagai fasilitator dan penggerak, yang memastikan seluruh aspek berjalan tertib, aman, dan nyaman, baik bagi jemaah maupun masyarakat umum.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat inilah yang dibutuhkan dan menjadi kekuatan dalam menjalankan setiap program kegiatan,” sambungnya.

Setelah berbagai persiapan dimatangkan, Pemkot Malang optimis penyelenggaraan Puncak Harlah 1 Abad NU akan membawa dampak positif bagi daerah.

Dari sisi ekonomi, kehadiran Jemaah NU  diproyeksikan mendorong pergerakan UMKM, meningkatkan tingkat hunian hotel dan restoran, serta menggeliatkan sektor pariwisata yang pada akhirnya berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini sejalan dengan program unggulan 1.000 Event dan diharapkan memberikan dampak sosial serta spiritual bagi masyarakat. Mujahadat Kubra dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat ukhuwah, dan membawa keberkahan bagi Kota Malang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH. Isroqunnajah Masduqi, mengungkapkan bahwa penunjukan Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan Mujahadat Kubra merupakan hasil pertimbangan para kiai.

Menurutnya, Kota Malang dinilai layak menjadi rujukan karena memiliki nilai historis yang kuat. Secara sejarah, Malang pernah masuk nominasi sebagai calon ibu kota negara pada awal kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kawasan Malang Raya juga menyimpan banyak situs bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa.

“Malang Raya memiliki Pahlawan Nasional KH. Masykur yang berjuang bersama hizbullah. Karena itu, kami memiliki dua monumen masjid, yakni Masjid Sabilillah dan Masjid Hizbullah. Saya kira, alasan-alasan historis inilah yang menjadi pertimbangan para kiai memilih Kota Malang,” terang KH Isroqunnajah.

Tak hanya dari sisi sejarah, faktor geografis dan kondisi alam Kota Malang juga menjadi nilai tambah. Suasana kota yang relatif sejuk dinilai mampu menciptakan ketenangan dan kekhusukan, terutama dalam pelaksanaan mujahadat yang berlangsung dari malam hingga pagi hari.

“Malang ini relatif adem sehingga bisa mendinginkan suasana. Apalagi saat lantunan zikir, kekhusukan di malam hari sampai pagi. Harapannya cuaca ikut mendukung, sehingga mujahadat ini menjadi luar biasa dan Malang menjadi media mujahadat yang bisa diterima Allah SWT,” tutupnya. (cia) 

Sekarang

Akhir Pekan Sebagian Jakarta Diprakirakan Dibasahi Hujan

Sekarang

Hasil Raker DPRD, Coban Sewu Milik  Kabupaten Malang

Sekarang