Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Berani
JAKARTA- Kabinet Merah Putih terus meningkatkan kinerjanya. Apalagi menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menegaskan rangkaian peristiwa tersebut justru memperlihatkan kekuatan nyata yang dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (6/2026).
Indonesia menurut Presiden Prabowo, telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat hingga elite bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan.
‘’Kita memahami itu dan kita terus telah membuktikan itu di tahun 2025, dan akan kita buktikan di tahun 2026 ini,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintahan dan pimpinan lembaga negara. Presiden menyebut seluruh jajaran kabinet Merah Putih merupakan elemen kunci dalam pencapaian kinerja pemerintahan.
“Saya ingin menggunakan kesempatan pertama di awal taklimat saya untuk menyampaikan terima kasih saya yang sedalam-dalamnya dari hati saya. Terima kasih saya sebagai Presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat dari rakyat Indonesia, sebagai boleh dikatakan nakhkoda, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti,” ucap Presiden Prabowo.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian. Tidak mungkin saya sebagai Presiden bisa melaporkan hal ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya,” tambahnya.
Presiden Prabowo menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari inisiatif dan keberanian para jajaran kabinet dalam mengambil keputusan. Menurut Presiden, kepemimpinan yang efektif menuntut keberanian untuk bertindak, bukan sekadar menunggu arahan.
“Pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, memahami direktif pemimpin, sehingga yang dipahami adalah arah besar, adalah petunjuk umum. Bukan setiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan,” katanya. (BPMI Setpres/red)















