Ujian Kelas Guiding Technique di Kawasan Wisata, Prodi Sastra Inggris Ma Chung Perkaya Wawasan Mahasiswa

KOTA MALANG– Program Studi Sastra Inggris Universitas Ma Chung mengadakan ujian kelas Guiding Technique di lapangan. Kelas yang diampu oleh Melany, S.ST MM.Tr dan Wawan Eko Yulianto, Ph.D. ini bertujuan memberikan pembekalan menjadi pemandu wisata bagi para mahasiswa. Dalam kelas ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan teoritis dan praktis tentang menjadi pemandu wisata yang handal.

Selain belajar memandu di lapangan, mahasiswa juga dibekali cara membuat tulisan perjalanan yang merupakan bagian dari riset mengenali destinasi. Melalui ujian akhir semester yang diadakan pada  5 Juli 2024, mahasiswa mengadakan praktik langsung menjadi pemandu wisata dalam sebuah Walking Tour di sejumlah kawasan wisata Kota Malang. Tour ini diawali di kawasan Alun-alun Tugu, kemudian berpindah ke kawasan hotel-hotel heritage, lalu ke Kayutangan,  dan berakhir di sekitar  Alun-Alun kota Malang.

Setiap mahasiswa mendapat tugas  menjadi pemandu di tempat-tempat yang telah di tentukan. Walking tour diawali oleh Nathan yang mengenalkan tentang Alun-alun  Tugu dan diakhiri oleh Keiko dan Ghania yang mengenalkan  tentang Pecinan dan Masjid Agung Jami’ Kota Malang.

“Tujuan diadakannya ujian di lapangan ini agar mahasiswa benar-benar bisa mempraktikkan kemampuan Guiding Technique mereka di lapangan dengan berbagai kondisi lapangan yang seringkali tidak terduga,” kata Melany. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan adaptasi dan komunikasi mahasiswa dalam situasi nyata.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti ujian ini adalah Steven Iskandar, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2021 asal Papua. Ia bercerita tentang pengalamannya mempersiapkan diri untuk ujian tersebut. “Saya bertugas memperkenalkan Sarinah, sebuah pusat perbelanjaan tertua di kota Malang, sehingga saya harus melakukan riset hingga pada akhirnya bisa memiliki pengetahuan yang cukup tentang perbelanjaan ini untuk kemudian disampaikan kepada para turis saya,” kata Steven. “Tahukah kalian bahwa Sarinah itu diambil dari nama perawat Presiden Soekarno waktu beliau masil kecil?” sambungnya.

Mahasiswa lainnya juga merasakan manfaat dari ujian praktis ini. Mereka tidak hanya belajar mengenai informasi historis dan budaya, tetapi juga bagaimana menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang menarik dan informatif bagi wisatawan. Kemampuan ini sangat penting dalam industri pariwisata, di mana pemandu wisata berperan sebagai duta dari destinasi yang mereka perkenalkan.

Melalui mata kuliah Guiding Technique dan kegiatan seperti ini, Prodi Sastra Inggris Universitas Ma Chung menunjukkan komitmennya untuk mendukung pariwisata di Indonesia dan khususnya kota Malang. Sebagaimana disampaikan ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Malang, Siswanto Agung Djaja, kota Malang baru memiliki 120 pemandu wisata yang berlisensi dan memiliki kemampuan bahasa asing. 

“Kami berharap bisa mendukung Kota Malang dengan mendidik lulusan yang juga memiliki kemampuan pemandu wisata dalam bahasa asing,” harap Dr. Dono Sunardi, kaprodi Sastra Inggris Universitas Ma Chung. (wan)