U

SMAK Mgr Soegijapranata Pasuruan Kerja Sama Ma Chung Kembangkan Soft Skill Siswa

SekarangAja, PASURUANSMAK Mgr Soegijapranata Pasuruan kembali lagi menggelar kegiatan Musyawarah Kerja OSIS (MUSKERSIS), Jumat (6/2/2026) sampai Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini kerja sama dengan Universitas Ma Chung.

Kepala SMAK Mgr Soegijapranata Pasuruan Untung Makrup  S.Pd  mengatakan  kegiatan Musyawarah Kerja OSIS merupakan  kegiatan rutin sekolah. Ini upaya mengembangkan soft skill siswa dalam hal kepemimpinan dan keorganisasian. Sekolah tetap komit untuk selalu memberikan perhatian yang lebih besar untuk pendidikan soft skill siswa-siswinya.

“MUSKERIS adalah kegiatan khas dari SMAK Mgr. Soegijapranata. Kegiatan ini memiliki tujuan mengembangkan soft skill siswa di bidang kepemimpinan dan keorganisasian. Kami tetap komit ingin mengasah soft skill  siswa-siswi kami di bidang kepemimpinan dan keorganisasian. Kami sangat tahu bahwa ke depannya soft skill ini sangat dibutuhkan dalam dunia kerja,” Kata Untung Makrup.

Dalam sambutan itu pula Untung Makrup menyampaikan bahwa tahun ini SMAK Mgr Soegijapranata Pasuruan bekerjasama dengan Universitas Ma Chung dalam mewujudkan komitmennya untuk komit dalam pendidikan soft skill.

Universitas Ma Chung akan memberikan support kepada sekolah dalam hal narasumber. Untung menyampaikan terima kasih kepada Universitas Ma Chung, secara khusus kepada narasumber yang sudah ditugaskan yaitu Dr Felik Sad Windu Wisnu Broto, SS, M.Hum.

Untung sangat yakin Universitas Ma Chung akan selalu support terlebih karena hal itu disampaikan sendiri oleh Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr  Ir  Stefanus Yufra Menahen Taneo beberapa bulan yang lalu.

“Pada saat kunjungan, Prof Yufra menyampaikan secara langsung kalau universitas Ma Chung siap support narasumber untuk semua kegiatan sekolah. Kita berterima kasih hari ini Universitas Ma Chung menugaskan Dr Felik untuk menjadi narasumber di kegiatan ini. Beliau adalah salah satu dosen terbaik ahlinya kepemimpinan dan keorganisasian. Saya sangat berharap kalian semua bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dari beliau. Silakan kalian semua berproses bersama,” Kata Untung Makrup.

Selesai seremoni pembukaan, Dr Felik selaku narasumber langsung mengajak semua peserta untuk berdinamika . Melalui permainan Dr Felik mengajak peserta mengenal diri dan berbagi potensi diri kepada teman-temannya. Semua peserta antusias mengikuti permainan. Dari enam peserta yang ditanya mengenai perasaannya setelah mengikuti permainan, semua mengatakan positif, sangat senang dan menjadi lebih semangat.

“Saya senang dengan permainan tadi. Saya menjadi lebih tahu siapa diri saya, potensi saya, energi positif saya. Saya juga senang karena teman-teman menyampaikan itu ke kita semua sehingga satu dengan yang lain menjadi tahu dan lebih mengenal. Kita menjadi lebih senang dan semangat untuk mengikuti pelatihan ini,” kata Sherling Intansari peserta dari kelas XI.

Setelah permainan, Dr Felik langsung mengajak semua peserta langsung refleksi. Apa kecemasan yang dialami peserta saat menjadi pengurus OSIS? Apa kesalahan atau persoalan yang sering muncul pada saat menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS? Hasil refleksi ditulis dalam sticky notes yang telah dibagikan kepada semua peserta. Salah satu persoalan yang muncul dalam refleksi dan brainstorming adalah mengenai manajemen waktu. Peserta bingung dalam menentukan pilihan. Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, apakah tugas sekolah atau tugas organisasi.

sekarangaja

Dr Felik dalam materinya menjelaskan bahwa manajemen waktu penting sekali untuk membantu peserta menentukan pilihan. Mana yang harus segera dilakukan dan mana yang bisa dilakukan kemudian.

Dr Felik menjelaskan teori mengenai empat kuadran waktu. Peserta diminta untuk menganalisis, dari semua tugas-tugas yang harus dikerjakan, mana yang masuk kuadran satu, mana yang masuk kuadran dua, mana yang masuk kuadran tiga dan empat. Masing-masing kuadran memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

“Kuadran satu adalah untuk aktivitas yang penting dan mendesak. Misalnya mengumpulkan PR Matematika besok. Mengapa penting karena itu menyangkut tugas dan tanggungjawab. Mengapa mendesak? Karena harus dikumpulkan besok. Begitu pula dengan kuadran dua, dia punya karakteristik tidak penting tapi mendesak. Kuadran tiga penting tapi tidak mendesak dan kuadran empat itu tidak penting dan tidak mendesak” Kata Dr  Felik.

Setelah memaparkan materi, di akhir sesi Dr Felik mengajak langsung semua peserta untuk praktik. Ia memberikan lembar tugas kepada semua peserta untuk dikerjakan. Semua peserta diberikan studi kasus yang berhubungan dengan kegiatan mereka sehari-hari dan mereka diminta untuk menyelesaikannya.

Dengan antusias semua peserta mengerjakan dan langsung mempresentasikan satu persatu di depan. Karena keterbatasan waktu, hanya enam peserta yang mendapatkan kesempatan untuk presentasi.

Di akhir sesi Dr Felik, Waka Kesiswaan SMAK Mgr Soegijapranata Joana Irawati, S.Pd menyampaikan limpah terima kasih kepada narasumber yang sudah memberikan materi dengan sangat baik.

Semua peserta mengikuti dengan sangat antusias. Joana memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan sangat berharap ke depannya narasumber masih bersedia untuk hadir saat diundang.

Joana menegaskan kembali jika kegiatan MUSKERSIS berlangsung dua hari, mulai Jumat sampai dengan Sabtu. Masih ada materi penyusunan program kerja, sharing dari alumni dan kepemimpinan. (SADW/red)

Cek Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan

Sekarang

Kapolri Pimpin One Way Nasional, Ini Pesannya Kepada Pemudik

Sekarang

Bersihkan 83 Meter Kubik Sampah di Pulau Untung Jawa

Hijau

Cek Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan

Sekarang