Silaturahmi Menag dengan Uskup Bandung, Apresiasi Kolaborasi Lintas Iman di Dunia Pendidikan
SekarangAja, BANDUNG– Kolaborasi lintas iman terbangun secara konkret di bidang pendidikan tinggi keagamaan. Ini tercermin dari keterlibatan rohaniwan Katolik, baik sebagai mahasiswa maupun tenaga pendidik, di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN).
Kondisi tersebut mendapat apresiasi Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Apresiasi ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat bersilaturahmi ke Wisma Bumi Silih Asih, Keuskupan Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/2/2026) hari ini.
Menag Nasaruddin Umar menilai, dunia pendidikan merupakan ruang strategis untuk memperkuat dialog, saling pengertian, dan nilai-nilai kemanusiaan universal antarumat beragama.
Dalam pertemuan tersebut, Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan lintas iman telah berjalan dengan baik. Ia menyebutkan adanya rohaniwan Katolik dari Keuskupan Bandung yang menempuh pendidikan doktoral di UIN, bahkan sebagian telah menyelesaikan studinya. Selain itu, terdapat pula biarawati Katolik yang berkontribusi sebagai tenaga pengajar pada mata kuliah kajian perbandingan agama di lingkungan UIN.
Menanggapi hal tersebut, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan keagamaan harus berpijak pada penghormatan terhadap martabat manusia. Ia menyampaikan bahwa ajaran agama pada dasarnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang keyakinan, suku, maupun asal-usul.
“Pendidikan harus menjadi jembatan untuk saling memahami dan memperkuat persaudaraan kemanusiaan. Nilai-nilai universal inilah yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” ujarnya
Menag Nasaruddin Umar juga menekankan bahwa keterbukaan dalam dunia akademik merupakan bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, kolaborasi lintas iman di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan dapat melahirkan generasi yang berpikiran terbuka, dewasa, dan mampu merawat kebhinekaan.
Dalam kesempatan yang sama, Uskup Bandung menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendekatan dialogis Menteri Agama dalam membangun relasi lintas umat beragama. Ia menilai, sikap terbuka dan inklusif tersebut memberikan ruang positif bagi tumbuhnya rasa saling percaya dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Penghayatan iman yang mendalam justru mendorong umat untuk semakin peduli terhadap sesama dan berkontribusi bagi kehidupan bersama,” ujar Uskup Antonius. Silaturahmi ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas iman dalam pengembangan pendidikan keagamaan yang inklusif serta penguatan moderasi beragama di Indonesia. (red)















