Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Edukasi Antikorupsi di Polina
BOMBANA-Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri melakukan upaya pencegahan dini kepada kalangan mahasiswa. Kali ini upaya tersebut dilakukan dalam sebuah pembekalan pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa di Program Studi Akuntansi Sektor Publik (ASP) Politeknik Bombana (Polina).
Acara diselenggarakan di Gedung Utama Tanduale, Kantor Bupati Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhir pekan lalu.
Yudi Purnomo Harahap, anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri yang juga mantan Ketua Wadah Pegawai KPK dan Mantan Penyidik KPK menjadi narasumber.
Dalam materinya, Yudi menjelaskan pentingnya mahasiswa memahami korupsi agar tidak melakukan perilaku tersebut di masa yang akan datang. Apalagi, sebagai generasi pemimpin, nanti akan memegang teguh integritas, idealisme, dan kejujuran.
“Polri mempunyai peran penting bukan hanya dalam menindak kasus korupsi, namun juga melakukan upaya pencegahan korupsi dengan memberikan sosialiasi maupun kampanye antikorupsi agar sistem pemberantasan korupsi berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Yudi menceritakan pengalamannya dalam menangani kasus-kasus korupsi besar ketika di KPK, seperti proyek e-KTP dan skandal Bank Century.
Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad Basri L mengaku hal ini sangat penting dalam rangka penguatan mental dan kebangsaan. Ia mengaku akan menyelenggarakan beberapa kegiatan. Salah satunya dalam bentuk seminar dan pelatihan yang dirancang bagi mahasiswa termasuk pendidikan antikorupsi bekerjasama dengan Polri.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah memberanikan diri mendaftar dan hadir di acara ini. Kita akan selalu mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif selama di Politeknik Bombana termasuk memberikan pendidikan antikorupsi sebagai bekal mereka ketika sudah lulus nanti,” ujarnya.
Lebih dari 200 mahasiswa mengikuti seminar tersebut. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Polina Sainal Abidin, Wakil Direktur 1 bidang akademik dan kemahasiswaan Muhammad Nakir serta dosen-dosen civitas academica Politeknik Bombana. (red)















