Perhatian Khusus Ketua DPRD Kota Malang untuk ABK
MALANG-DPRD Kota Malang memberikan perhatian luar biasa untuk kaum difabel. Salah buktinya dengan digelarnya Festival Melukis & Mewarnai Topeng untuk anak-anak difabel di Hall Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (6/12/2023).
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM dan Ketua Komisi D Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS.
”Selamat berkreativitas untuk anak-anakku yang istimewa. Kami selalu berusaha memberikan perhatian dan ruang kreasi yang besar di gedung dewan untuk anak-anak istimewa,” katanya.
Di depan undangan dan peserta Festival Melukis & Mewarnai Topeng, Made mengatakan sejak beberapa tahun lalu DPRD Kota Malang memberikan perhatian khusus untuk penyandang disabilitas.
“Beberapa tahun lalu bersama para kepala SLB kami mengadakan kegiatan dalam rangka Hari Difabel Internasional. Ini karena kami ingin memberi ruang kreasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan saudara-saudara penyandang disabilitas,” jelas Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini.
Komitmen lain, kata Made, dengan adanya D’mart. Ini merupakan pojok khusus untuk memamerkan karya sekaligus tempat dijualnya karya anak-anak disabilitas. Tempatnya berada di pojok Hall Gedung DPRD Kota Malang.
Dengan adanya D’Mart maka karya anak-anak berkebutuhan khusus bisa dikenal. Bahkan bisa dibeli oleh tamu yang berkunjung ke gedung DPRD Kota Malang.
“Kita ketahui bersama bahwa Kota Malang, termasuk DPRD Kota Malang dikunjungi banyak tamu dari luar daerah. Ketika para tamu itu berkunjung bisa melihat dan membeli karya anak-anak disabilitas yang ada di D’Mart,” papar Made.
Lebih lanjut dia menegaskan gedung dewan milik warga. Karena itulah siapain bisa menggunakan untuk kegiatan positif. “Karena itulah hari ini saya sambut anak-anak kita yang istimewa. Inilah rumah kita, rumah kebangsaan, rumah yang juga milik anak-anak difabel,” jelasnya.
Made mengatakan anak-anak berkebutuhan khusus wajib diberi ruang ekspresi. Mereka harus diberi perhatian dan diperlakukan yang sama tanpa diskriminasi.
“Sejak beberapa tahun terakhir ini DPRD Kota Malang sudah mewujudkannya. Selain menyediakan tempat untuk karya anak-anak istimewa, di depan gedung dewan ini disediakan akses khusus untuk disabilitas. Prinsipnya gedung ini dibuat nyaman dan ramah disabilitas,” urai Made.
Ia pun menegaskan bahwa Kota Malang harus menjadi kota yang ramah disabilitas. Mereka harus mendapat akses layanan publik yang memadai.
Sementara itu Ketua Pelaksana Festival Melukis & Mewarnai Topeng Maria Carmela Nur Indri Hariani berterima kasih dan mengapresiasi Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM. Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan di gedung dewan tak terlepas dari perhatian Made.
“Saya amati dari tahun 2019, Pak Made sangat mendukung aktivitas anak-anak berkebutuhan khusus hingga dibukanya D’Mart untuk ruang pamer kreativitas,” jelasnya.
Menurut Maria, Made selama ini memfasilitasi dan mendukung kegiatan disabilitas. Begitu juga dengan DPRD Kota Malang secara kelembagaan.
“Kami bersyukur atas perhatian Pak Ketua Dewan dan segenap pimpinan serta anggota DPRD Kota Malang yang memberi perhatian besar kepada kami,” ucapnya. Festival Melukis & Mewarnai Topeng merupakan puncak rangkaian kegiatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini didukung DanaIndonesiana tahun 2022 kategori Pemanfaatan Ruang Publik Perorangan (PRP) untuk seniman dan budayawan. Peserta kegiatan tersebut merupakan anak-anak disabilitas.
“Kegiatan ini diawali tahap pertama MoU dengan 28 lembaga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Malang Raya dengan Yayasan Difabel Market, disaksikan tiga pemda di Malang Raya pada 20 Juli 2023,” jelas Maria.
Setelah itu pada 20 Juli 2023 dilanjutkan Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Produkasi Topeng oleh anak difabel dari 28 lembaga ABK. “Kemudian pada Juli sampai Oktober 2023 dilanjutkan produksi alat peraga edukasi oleh 28 lembaga ABK,” ujarnya.
Rangkaian ini dilanjutkan dengan gladi bersih dan technical meeting pada 4 Desember 2023. Kemudian penyelengaraan festival pada 5 Desember 2023. “Peserta kegiatan ini sebanyak 338 anak berkebutuhan khusus. Pelaksanaan lomba di sekolah, kemudian melalui zoom dan foto hasil akhir untuk penilaian,” jelasnya. Pemenang terdiri dari empat kategori. Yakni tuna rungu, tuna grahita, autis dan tuna daksa. (red/inforial)