U

Pemudik Melintas Indramayu Bisa Istirahat di Vihara Budhi Asih Jatibarang

SekarangAja, INDRAMAYUVihara di jalur Pantura Jawa siap digunakan untuk tempat istirahat pemudik.  Salah satunya Vihara Budhi Asih Jatibarang di Kabupaten Indramayu.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, meninjau langsung kesiapan layanan tersebut dalam rangkaian kunjungan di jalur Pantura. Peninjauan dilakukan di sejumlah masjid, termasuk juga Vihara Budhi Asih Jatibarang.

Abu Rokhmad mengatakan, keterlibatan vihara dalam memberikan layanan bagi pemudik menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sekarang kita punya kegembiraan baru menjelang Idulfitri, bukan hanya bersiap untuk mudik, tetapi juga menyambut para pemudik melalui program rumah ibadah ramah pemudik,” ujar Abu Rokhmad saat meninjau layanan di Vihara Budhi Asih, Jatibarang.

Ia menambahkan, rumah ibadah memiliki potensi besar sebagai ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir. Selain menyediakan fasilitas istirahat, tempat ibadah juga memberi kesempatan bagi pemudik untuk tetap menjalankan ibadah di tengah perjalanan panjang.

“Kehadiran berbagai rumah ibadah yang siap melayani pemudik menunjukkan bahwa kita bergerak secara inklusif, terbuka, dan berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Abu.

Menurutnya, keterlibatan rumah ibadah lintas agama dalam program ini juga menjadi wujud nyata praktik kerukunan di tengah masyarakat. Ia berharap layanan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di jalur mudik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, mengatakan, berbagai rumah ibadah di wilayahnya telah disiagakan untuk memberikan layanan kepada pemudik yang melintas di jalur Pantura.

Ia menjelaskan, wilayah Indramayu merupakan salah satu titik penting arus mudik karena berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Karena itu, rumah ibadah di sejumlah titik strategis disiapkan sebagai tempat singgah bagi para musafir.

“Kami telah menyiapkan 23 masjid, lima madrasah, dan satu vihara untuk memberikan layanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Indramayu,” ujar Aghuts Muhaimin.

Menurut dia, rumah ibadah tersebut menyediakan fasilitas sederhana namun bermanfaat bagi pemudik, seperti tempat beristirahat, air minum, hingga ruang ibadah yang nyaman. Aghuts menambahkan bahwa keterlibatan rumah ibadah lintas agama, termasuk Vihara Budhi Asih Jatibarang, menjadi simbol kuat kerukunan yang hidup di tengah masyarakat Indramayu.

“Kami ingin memastikan para pemudik yang melintas di Indramayu dapat beristirahat dengan nyaman. Tidak hanya menyediakan tempat singgah, tetapi juga layanan sederhana seperti tempat beristirahat dan air minum bagi para pemudik,” katanya.

Ia berharap layanan yang disiapkan oleh berbagai rumah ibadah tersebut dapat membantu pemudik melepas lelah selama perjalanan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga di Indonesia. (red)

Ketika Adzan Magrib Berkumandang di Gedung KWI

Sekarang

Ketika Adzan Magrib Berkumandang di Gedung KWI

Inspirasi