PAD Belum Maksimal, Dewan Hearing Dua Minggu Sekali
MALANG– Capaian Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Malang hingga Oktober 2023 masih di angka 58 persen. DPRD Kota Malang bergerak cepat. Selain evaluasi kinerja dinas-dinas terkait, juga melihat lagi proses penyerapan belanja daerah.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM telah meminta komisi terkait menindaklanjuti dengan hearing secara itens. Itu karena Made berharap capain PAD tahun ini sesuai rencana.
“Awalnya kan targetnya satu triliun, kita setujui karena eksekutif sangat yakin saat itu. Lalu diperubahan ada potens PAD yang menurun. Jadi proyeksi PAD turun di angka Rp 800-an miliar. Itu sebenarnya kami juga sudah ragu,” ungkapnya belum lama ini.
Ia menjelaskan DPRD Kota Malang melalui Badan Anggaran (Banggar) menyarankan PAD diproyeksikan turun di angka Rp 600-an miliar saja. Angka ini dianggap realistis dengan situasi di lapangan. Namun eksekutif tetap keukeuh.
Saat ini di sisa waktu kurang lebih dua bulan saja, masih ada setengah target PAD yang harus dikejar.“Kalau penjelasannya pemkot, biasanya para wajib pajak suka bayar di akhir-akhir tahun untuk memenuhi kewajiban pajak. Semoga benar terpenuhi,” katanya.
“Makanya nanti tiap dua minggu akan hearing dengan komisi. Kita mau tahu progres, laporannya seperti apa,” sambung Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini.
Sebelumnya dipaparkan bahwa progres sementara pencapaian PAD sampai pertengahan Oktober mencapai 58,56 persen.
Capaian itu berasal dari empat sumber pendapatan. Yakni dari Lain-lain Pendapatan Yang Sah menjadi sumber pendapatan dengan capaian tertinggi sebesar 82,13 persen. Kemudian disusul hasil Retribusi Daerah 68,22 persen, lalu hasil Pajak Daerah sebesar 56,86 persen. Terakhir hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sejumlah 22,11 persen. (ran)















