Nilai Perjuangan Moderasi Beragama Melampaui Zaman

SURABAYA– Moderasi beragama dan bela negara membutuhkan semangat dan kerja sama yang panjang. Diperlukan berbagai strategi menghadapi tantangan yang ada. Fasilitator Utama Moderasi Beragama, Alissa Wahid mengatakan hal tersebut saat berlangsung Rapat Koordinasi Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (22/12/2023).

“Jika pemimpin bangsa ini membutuhkan setidaknya lima tahun untuk membuktikan janji kepemimpinannya, maka moderasi beragama lebih dari itu. Hal ini karena moderasi beragama terkait dengan pola pikir dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karenanya, nilai perjuangan moderasi beragama melampaui zaman,” terangnya dikutip dari kemenag.go.id.

Alissa menambahkan, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Ia kerap diundang berbagai pihak yang memandang negatif moderasi beragama. Dari hal tersebut, Alissa sering menemui masalah dan menemukan solusinya.

“Penting untuk kita pahami, kita perlu menumbuhkan engagement yang tepat dengan berbagai pihak dalam sosialisasi moderasi beragama dan bela negara ini. Masing masing punya karakteristik dan kecenderungan yang berbeda,” ujarnya.

Alissa menekankan, mahasiwa tidak cukup hanya dengan menghabiskan tenaga membahas moderasi beragama di ruang-ruang diskusi. “Perlu pendekatan yang lebih komprehensif. Pihak yang kita hadapi memakai pendekatan yang multifungsi, kitapun harus sama,” papar Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Pendekatan yang multifungsi ini ditunjukkannya dengan berbagai contoh yang digunakannya selama ini. Dengan penjelasan seperti itu, diharapkan para mahasiswa pada perguruan tinggi umum dapat sepenuhnya menjadi duta moderasi beragama dan bela negara di kampus masing-masing.

Dia  menyambut baik adanya inisiatif untuk menggelar rapat koordinasi PMMBN. Baginya, ini adalah wujud dari keseriusan para mahasiswa yang tergabung dalam PMMBN untuk menyuarakan permasalahan seputar moderasi beragama dan bela negara di wilayah masing-masing.

“Dengan menyuarakan berbagai hal yang berasal dari masalah, pengurus PMMBN telah bekerja dengan baik, merekam dan mengamplifikasi persoalan yang ada. Mahasiswa tidak boleh hanya berpangku tangan dan merasa semua berjalan dengan baik-baik saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Alissa Wahid yang juga adalah kolumnis terkemuka nasional ini, mengungkap tantangan moderasi beragama saat ini dan ke depannya. Beberapa yang dapat diidentifikasi sebagai tantangan moderasi beragama dan bela negara saat ini dan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara konsep agama dan kebangsaan, demokrasi dan mayoritarianisme, perkembangan paham keagamaan, dinamika otonomi daerah, dan problem penegakan hukum.

Dirinya juga membuka kegundahan soal sentimen agama ini. Baginya, sentimen agama, jika masuk pada masyarakat kelas menengah, akan sangat mudah digunakan sebagai komoditas politik oleh oknum elit.

“Moderasi beragama dan bela negara sedang diuji memasuki tahun politik. Banyak pihak yang menghalalkan semua cara untuk tujuan politiknya. Anak-anak muda yang tergabung dalam PMMBN ini harus punya semangat untuk terus mengembangkan kecintaan pada tanah air, pada bangsa dan negaranya,” pungkasnya. (red)
 

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

Sekarang

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang