U

Menjadikan Panggung Hiburan Sebagai Ladang Penghasilan

Kerja kesenian pada masa kini tak bisa terlepas dari gebyar pesona pandangan mata. Karena itulah kerja kesenian harus sangat memperhatikan segala sesuatu bentuk tampilan dengan sangat unik dan menarik. Tidak hanya unik dan menarik tapi juga support dari sisi dokumentasi.

Seniman atau panitia acara tersebut haruslah sangat memperhatikan hak tersebut sebagai bagian dari kerja profesional yang saling menguntungkan antara seniman dan penonton yang hadir di acara tersebut. Sehingga acara kesenian benar-benar menjadi tata hiburan nan artistik tapi tetap tidak meninggalkan fungsinya sebagai media membangun dengan mengkabarkan nilai-nilai dalam karya tersebut.

Malang Raya terutama Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan mestinya tidak akan jauh dari perkembangan kebudayaan-nya. Karena multi interaksi sosial dan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebab salah satu ujung tombak terpenting dari kebudayaan adalah pendidikan.

Lalu bagaimana dengan dinamika dunia hiburan dalam kesenian di Kota Malang ? Sejauh yang penulis tahu dari sekian kali mengikuti dan menghadiri acara kesenian di Kota Malang ataupun Malang Raya. Para senimannya kurang memperhatikan pentingnya daya Tarik dan hiburan panggung dalam berkeseniannya. Tata panggung dan kostum dalam berkeseniannya di atas panggung masih cukup lemah.

Suguhan tampilan panggungnya masih terasa kering. Padahal potensi para senimannya cukup baik dan bagus baik karya maupun skill penguasaan alatnya.

Dalam seni rupa antara karya rupa dan bingkainya akan selalu diupayakan untuk saling mendukung, akan tetapi bingkai hanyalah sebagai supporting atas karya rupa tersebut. Bingkai tidak boleh menenggelamkan karya rupa-nya. Akan tetapi perhelatan pameran seni rupa juga akan menjadi kering jika tidak dibumbu oleh support dari karya seni yang lain. Umpamanya tari, musik, sastra dan forum diskusi. Jika bisa terjadi kolaborasi dari beberapa elemen kesenian yang lain. Bisa dipastikan pagelaran karya seni akan menjadi sangat menarik dan memikat masyarakat untuk hadir dan menikmati sajian karya para seniman tersebut.

Demikian juga dalam panggung musik. Selama ini panggung musik, juga banyak kecenderungan mengabaikan frame atau pembungkus dalam aksinya. Panggung cenderung terasa kering, support perspektif hiburannya tidak diperhatikan. Sehingga penampilan dari skill individu mereka menjadi terlihat kurang menarik. Baik tata panggung dan kostum mereka tidak saling mendukung untuk mendapatkan perhatian khusus dari para penontonnya.

Aksi panggung haruslah di-support oleh tata panggung dan kostum yang membedakan. Dunia panggung adalah dunia hiburan bagi pandangan mata setiap orang. Maka dunia panggung harus membeda dari dunia kehidupan para pelakunya.

Maka panggung dan tampilan yang artistik dari para pelakunya menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Karena antara panggung dan senimannya harus menyatu sesuai konsep yang akan mereka suguhkan. Kebersatuan antara panggung dan para pelaku kesenian itulah yang akan membangkitkan animo masyarakat untuk berbondong mengikuti setiap gelaran yang ditawarkan oleh para pelaku kesenian.

Dunia hiburan panggung dengan kostum dan tata panggung dalam musik. Persis seperti dunia senirupa antara karya  dan bingkai/framenya yang akan saling mensuport setiap pagelarannya.

Jika pada tiap pagelaran kesenian selalu menawarkan kenaikan dan tontonan yang menarik bagi masyarakat. Maka dunia kesenian dan panggung akan otomatis mendapatkan keuntungan materi bagi pelakunya. Sebab masyarakat yang merasa puas dengan setiap penampilan para seniman itu. Akan selalu menunggu kabar baik penampilan selanjutnya. ***

Nashir Ngeblues Penulis adalah penulis buku ‘Dialog Kang Pardi’, ‘Ketika Aku Mendadak Konslet’ dan ‘Antologi Kontemplasi Dalam Status Media’

Wilayah Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Wilayah Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang