Maksimalkan Peran Perusahaan Bangun Kota Malang
KOTA MALANG– Upaya menwujudkan rencana pembangunan daerah dimaksimalkan Pemkot Malang dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kerjasama dan kolaborasi melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP).
Komitmen ini dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Musrenbang TSP), ‘TSP Bersinergi untuk Kota Malang Berkelas’, Rabu (24/7/2024) di Grand Mercure Mirama Malang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu SH Mhum menjelaskan Pemkot Malang terus memperkuat peran perusahaan pada program TSP sebagai mitra pembangunan Kota Malang.
“Karena tidak semua rencana pembangunan daerah dapat diakomodir melalui APBD. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui program-program TSP seperti ini. Harapannya apa yang tidak bisa diakomodir dalam APBD bisa tercover dengan kerjasama bersama perusahaan,” tegas Dwi, sapaannya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya program TSP belum secara maksimal terealisasi. Sepanjang 2024 ini pembangunan daerah yang terakomodir baru tercapai 0,25 persen atau hanya tujuh usulan saja yang terealisasi.
Di Tahun 2025 mendatang ada 812 usulan yang akan diakomodir, dan diharapkan dapat terealisasi lebih baik melalui perencanaan dalam forum Musrenbang.
“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah menjadi mitra pembangunan daerah. Semoga kedepan perusahaan yang lain bisa aktif dan turut berperan dalam program TSP untuk sama-sama membangun Kota Malang,” tegas Dwi.
Kegiatan musrenbang ini juga dirangkai dengan pemberian tanda penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang sudah mengakomodir usulan rencana pembangunan Kota Malang.
Di antaranya kepada RS Hermina dengan pembentukan Posyandu Lansia di tiga kelurahan, lalu RS Panti Waluyo Sawahan karena melakuan operasi bibir sumbing kepada sembilan anak.
Lalu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang, BPJS Ketanagakerjaan, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Rekso Nasional Food, Hotel Grand Mercure Mirama Malang, RS Aisyiyah, hingga kepada Rumah Makan Rakyat.
“Output dari musrenbang ini juga akan merekap kembali usulan musrenbang yang belum diakomodir di APBD Tahun 2025 sebagai rekomendasi kebutuhan program kegiatan di Kota Malang untuk disampaikan pada perusahaan, BUMN/BUMD dan mitra-mitra TSP Kota Malang,” pungkas Dwi. (red)