Komisi D DPRD Kota Malang Desak Tingkatkan Pengawasan Kualitas MBG
SekarangAja, MALANG– Komisi D DPRD Kota Malang meminta Pemkot Malang meningkatkan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terutama kualitas makanan. Ini menyusul adanya beberapa laporan dan keluhan mengenai kualitas menu MBG. Khususnya menu kering MBG saat bulan puasa.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, keluhan berkaitan dengan sajian yang diterima para pelajar dinilai jauh dari ekspektasi sebagian masyarakat.
Berdasarkan pantauan yang dihimpun, menu kering MBG yang disalurkan melalui masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak seragam. Menu yang diberikan pun tak sesuai ekspektasi. Dianggap ala kadarnya. Seperti telur puyuh, roti, pisang dan kacang rebus saja.
Hal ini disoroti anggota Komisi D DPRD Kota Malang Dr Suyadi. Dia menganggap apa yang dikeluhkan warga ini hal yang wajar. Menurutnya, sejumlah item menu dalam paket perlu dievaluasi agar benar-benar sesuai kebutuhan gizi siswa selama Ramadan.
“Kami mendorong seluruh SPPG untuk benar-benar bisa mematuhi standar kelayakan gizi yang sudah ditetapkan Badan Gizi Nasional,” tegas Suyadi.
Dia juga mendapatkan laporan menu buah belimbing dalam salah satu paket. Ia menilai buah tersebut berpotensi tidak dikonsumsi siswa. Sebagai alternatif, ia menyarankan agar diganti dengan buah yang lebih umum dikonsumsi seperti pisang, apel atau jeruk.
Begitu pula dengan kacang, menurutnya perlu disesuaikan dengan komposisi lain yang lebih menunjang asupan gizi, misalnya kurma.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan soal kelayakan kue yang dibagikan. Masa kedaluwarsa dan kualitas produk harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Tentu ini akan kami koordinasikan lagi dengan pihak terkait lalu Pemkot Malang juga. Kami juga dan masyarakat Kota Malang pun saya yakin tidak ingin program yang bertujuan baik justru menimbulkan kekecewaan publik,” pungkas dia. (inforial/cia)















