Kolaborasi Jadi Andalan Ciptakan Inovasi yang Kompetitif
JAKARTA– Kolaborasi jadi andalan ciptakan inovasi yang Kompetitif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar berbagi perspektif tentang perkembangan industri kreatif yang selalu diramaikan dengan munculnya kreator konten yang unik dan autentik.
Pemerintah melalui Kementerian Ekraf hadir untuk terus mengembangkan talenta-talenta yang peka terhadap tren digital tersebut agar bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah.
“Industri kreatif Indonesia tumbuh pesat. Namun di balik geliatnya, ada tantangan nyata seperti apa para kreator konten bisa bertahan secara ekonomi sambil tetap berkarya dengan memberi makna pada konten-konten yang mereka buat,” ujar Wamen Ekraf Irene.
Hal itu disampaikan Wamen Ekraf Irene saat menjalani sesi wawancara eksklusif untuk Zine Vol. II: Creative Through Your Lens garapan Manusa, creative community dari Bandung yang berfokus pada digital marketing, creative marketing, hingga social media management. Wawancara dengan Wamen Ekraf Irene dikurasi Manusa bersama dengan 24 narasumber lintas bidang lainnya serta hasil survei 100 pejuang industri kreatif.
Dalam wawancara dengan Manusa, Wamen Ekraf Irene menekankan bahwa ekonomi kreatif mulai bersentuhan dengan teknologi. Sehingga perlu tercipta inovasi secara berkelanjutan. Wamen Ekraf Irene juga menyoroti kolaborasi lintas subsektor ekraf bisa mampu meningkatkan kualitas dan daya tarik tiap produk kreatif yang dibuat.
“Industri kreatif semakin mengandalkan kolaborasi berbagai subsektor ekraf untuk menciptakan inovasi produk yang lebih kompetitif. Dibutuhkan konten dan teknologi yang mampu dikelola monetisasinya sehingga menciptakan nilai ekonomis,” lanjut Wamen Ekraf Irene.
Nantinya melalui momentum ulang tahun Kota Bandung sebagai kota kreatif, Manusa akan menyelenggarakan ‘Dengar Langsung Dari’ sebagai forum diskusi publik yang mempertemukan pelaku kreatif, komunitas independen, praktisi, dan pemerintah untuk membicarakan realita dan masa depan industri kreatif yang berkelanjutan.
Tema besar ‘Merawat Kreativitas, Menguatkan Ekonomi’ akan menjadi obrolan lintas perspektif sebagai refleksi kolektif ekosistem kreatif. Rencananya, acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 25 September 2025 di Tjap Sahabat Art Gallery, Bandung.
“Acara nanti bukan sekadar obrolan, tapi kita bisa mendengar semua suara dari para pelaku ekraf, pemerintah, dan freelancer. Bersamaan dengan hari lahir kota kreatif, kita bisa bicara banyak tentang Bandung dan masa depannya,” kata Wamen Ekraf Irene.
Manusa didirikan tahun 2022 oleh Dinar Permadi sebagai creative community bagi Ideabakers dan Kolabohiro. Keduanya merupakan digital marketing agency dari Bandung. Kini Manusa membentuk ekosistem untuk berbagi bahan diskusi dari berbagai lini industri yang harapannya bisa membangun ruang temu dalam menuangkan aspirasi, yang mungkin menjadi sebuah potensi. Selain itu, Manusa juga berupaya memfasilitasi percakapan lintas perspektif tentang keberlanjutan industri kreatif lewat konten-konten menarik dalam akun Instagram @kulturmanusa. (red)