U

Jumlah Anak Putus Sekolah Kota Malang Menurun

SekarangAjaMALANGAngka Anak Putus Sekolah/Anak Tidak Sekolah (APS/ATS) di Kota Malang saat ini menurun signifikan. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus berupaya untuk terus menekan APS/ATS semaksimal mungkin sehingga dapat merealisasikan pemerataan pendidikan yang berkeadilan.

Pada tahun 2024, angka APS/ATS di Kota Malang sekitar 5.534 anak. Sekarang menurun menjadi sekitar 1.700 anak. APS/ATS ini dipicu berbagai hal, seperti halnya karena anak sudah bekerja, menikah, masalah ekonomi serta pindah domisili ke luar Kota Malang.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, dikutip dari laman Malangkota.g.id belum lama ini mengatakan pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah untuk menekan angka APS/ATS. Salah satunya dengan melakukan pendampingan dan juga mencari anak-anak yang masih berpotensi dikembalikan ke dunia pendidikan.

“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan masyarakat, PKK di tingkat RT/RW, dan dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Bagi yang sudah melewati usia sekolah, akan difasilitasi melalui PKBM dengan program Kejar Paket A, B dan C,” jelasnya.

Lebih lanjut Suwarjana menyampaikan jika pihaknya juga meminta partisipasi aktif masyarakat. Yaitu dengan melapor ke Disdikbud Kota Malang apabila menemukan anak yang putus sekolah.

“Apabila mengetahui ada tetangga atau saudara yang putus sekolah atau belum mempunyai ijazah SD, SMP, SMA, bisa dikomunikasikan kepada kami atau melalui Sambat Online,” sambungnya.

Suwarjana menyebutkan bahwa Disdikbud mempunyai banyak keterbatasan. Terutama dari sisi pegawai, sehingga tidak bisa memantau secara keseluruhan terkait APS/ATS di Kota Malang.

Oleh karena itulah, partipasi dari semua pihak sangat dibutuhkan, dan Disdikbud selalu berupaya memberikan yang terbaik melalui berbagai program untuk menekan angka APS/ATS yang ada. (cia)

Sekarang