U

Inspirasi Umat Katolik Kraksaan Probolinggo, Ornamen Natal Berupa Sembako Dibagikan Kepada Warga

PROBOLINGGOUmat Katolik Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur menjawab seruan Paus Leo XIV. Mereka bertindak nyata dalam aksi peduli dan merajut kebersamaan. Umat Katolik di Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan, Probolinggo,  Rabu (14/1/2026) lalu diwakili Ketua Panitia Natal, Sie Dekorasi Natal, dan Bidang Pelayanan bekerjasama dengan Ansor dan Banser Wilayah Kraksaan membagikan sembako kepada warga sekitar Gereja.

Sebelumnya, Paus Leo XIV dalam pidatonya di depan orang muda di Vatikan  10 Januari 2026 lalu menyerukan seluruh umat di dunia bersatu untuk menghadapi begitu banyaknya persoalan yang menimbulkan kekuatiran.

“Bagaimana kita menghadapi begitu banyak persoalan, dengan begitu banyak kekhawatiran? Bagaimana kita mengatasi kesepian, bagaimana kita bertahan? Jawabnya: we are not alone. Kita tidak sendirian!” kata Paus Leo XIV.

Lebih lanjut, aksi pembagian sembako di Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan, Probolinggo merupakan  hasil pembongkaran ornamen atau hiasan pohon Natal dan gua Natal di Gereja Kuasi Paroki St Paulus Kraksaan. Dengan berakhirnya masa Natal  umat bekerja sama untuk membungkus sembako yang akan dibagikan.

sekarangaja

Setelah memberikan sambutan, Romo Devit Setiawan Pr selaku Pastor Paroki, dan Andrik Sunyoto yang mewakili Ansor dan Banser, bersama Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr menyerahkan secara simbolik paket sembako itu kepada warga penerima.

Selanjutnya pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan dilakukan oleh anggota Banser. “Dalam pembagian ini kami memakai sistem kupon dan warga penerima membayar Rp 15.000,00. Hal ini dilakukan untuk menghindari isu kristenisasi, sekaligus menghargai martabat warga penerima bantuan,” jelas Rm Fadjar, dalam keterangannya.

Rm Fadjar menambahkan bahwa khusus untuk Ansor dan Banser tidak dipungut bayaran. “Banser dan Ansor menerima 100 bingkisan sembako, dan mereka sendiri yang mendistribusikannya kepada anggota,” imbuhnya.

Gaya Hidup Sederhana dan Semangat Berbagi

sekarangaja

Aksi berbagi sembako ini merupakan akhir atau puncak dari rangkaian perayaan Natal 2025 Gereja Paroki St Paulus Kraksaan. Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, rangkaian perayaan Natal telah dipersiapkan dengan hikmat sejak 30 November 2025 yaitu pada Minggu Adven Pertama, dilanjutkan dengan Natal pada 25 Desember 2025, Oktaf Natal ditutup dengan misa Pembabtisan Tuhan, 11 Januari 2026, serta pembagian sembako hari ini.  

Konsep perayaan Natal di Gereja Katolik St Paulus Kraksaan 2025 memang cukup unik. Simbol-simbol Natal seperti gua Natal, palungan Natal, juga pohon Natal dihadirkan dalam dekorasi yang tidak biasa yakni memakai sembako. Kantong-kantong beras 3 kg, mie instan, gula pasir, kopi, minuman instan dan lain sebagainya, disusun rapi di depan gua / palungan Natal dan menjadi hiasan yang menarik.

“Ini adalah bentuk kepedulian umat terhadap sesama. Masih banyak orang yang membutuhkan bahan makanan, terlebih di zaman ekonomi ketat sekarang ini, sehingga sepatutnyalah umat menerapkan gaya hidup sederhana dan berbagi dengan keluarga-keluarga pra sejahtera,’ ungkap Rm Devit.

Rm Fadjar pun menambahkan, dengan memanfaatkan aneka bahan makanan kering tersebut, gua dan pohon Natal ini menjadi zero waste, tidak menghasilkan sampah. Patung-patung Natal dan lampu-lampu disimpan untuk dipakai lagi di tahun-tahun berikutnya. Aneka pot tanaman dikembalikan ke kebun gereja untuk dirawat dan dikembangbiakkan.

“Dan sembako yang sudah selesai dipakai kita bagikan kepada keluarga pra sejahtera yang membutuhkan. Inilah bentuk kepedulian umat Katolik St Paulus terhadap kondisi lingkungan hidup di Kraksaan,” tutur Rm Fadjar. (red/pwki)

Jakarta Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari Ini

20 Ribu Wisatawan Diprediksi Berwisata di TMR

Sekarang

Jakarta Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari Ini

Sekarang

20 Ribu Wisatawan Diprediksi Berwisata di TMR

Sekarang

Merawat Ingatan Sejarah Bangsa di Balik Pesona Banda Neira

Sejarah