Ini Para Tokoh Politik yang Melejit di Survei Calon Wali Kota Malang
KOTA MALANG- Nama Sutiaji, Wahyu Hidayat, Dewanti Rumpoko hingga Tabrani masuk dalam jajaran tokoh dengan tingkat popularitas dan akseptabilitas yang tinggi dalam bursa Pilkada Kota Malang 2024.
Ini dijabarkan Direktur Lembaga Analisis Politik dan Otonomi Daerah (Lapolda) George da Silva, Senin (29/4) saat menyampaikan hasil survei calon wali kota Malang Lapolda di RM Kertanegara Malang.
“Sutiaji, mantan Wali Kota Malang periode 2019-2024 memiliki tingkat persentase Popularitas dan Akseptabilitas sebesar 14,40 persen. Disusul Dewanti Rumpoko (politisi PDI Perjuangan mantan Wali Kota Batu) di 12,36 persen. Wahyu Hidayat (Pj Wali Kota Malang) di 12.24 persen. Dan Ada kuda hitam, ini Tabrani (Pejabat Pemkot Malang) di 11,70 persen,” beber George.
Ditegaskannya, survei ini dilakukan melalui metode random sampling terhadap 1.200 responden warga ber KTP Kota Malang yang tersebar di lima kecamatan Kota Malang. Menurut survei ya tersebut responden mengaku senang dengan hasil kerja atau kiprah dari nama-nama tokoh tersebut.
Yang menurut George, Sutiaji masih memiliki tingkat popularitas dan akseptabilitas tinggi. Menurut respondennya, warga dikatakan senang dengan hasil kerja pemimpin sebelumnya.
“Responden merasa senang dengan apa yang sudah dibuat seorang tokoh. Mereka merasakan manfaatnya. Makanya nama-nama ini muncul,” kata mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang itu.
Selain empat nama itu nama-nama tokoh yang juga memiliki presentase popularitas dan akseptabilitas tinggi ada Mantan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwokodi 10,29 persen. Lalu Moreno Suprapto (anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dapil Malang Raya) di 10,2 persen, Made Riandiana Kartika (ketua DPRD Kota Malang), hingga Ahmad Fuad Rahman (anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS).
Survei yang dilakukan selama 7- 18 April lalu ini juga mengungkapkan tingkat preferensi pemilih calon wali kota. Atau alasan responden memilih seorang calon wali kota. “Presentasi tertinggi adalah karena figur atau individu calon wali kota sebesar 41,4 persen. Kedua adalah karena parpol pengusungnya sebesar 23,6 persen. Sebanyak 22,5 persen tidak mengeetahui dan terakhir sebesar 12,5 persen figur atau tokoh partai,” jelas George.
Lalu untuk harapan publik terhadap wali kota yang paling tinggi adalah wali kota harus merangkul semua kalangan. Ini berada di angka 61,54 persen. Kedua wali kota yang komunikatif sebesar 53,85 persen, Yang juga diinginkan adalah wali kota yang visioner, tegas, anti korupsi dan paham APBD. (ran)















