Ini Manfaat Astindo Travel Fair
SekarangAja, TANGERANG– Penyelenggaraan Astindo Travel Fair 2026 mendapat apresiasi. Salah satunya dari Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa. Ini momentum penting untuk menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri.
Saat memberikan sambutan pembukaan Astindo Travel Fair 2026 di Hall 1 ICE–BSD City, pekan lalu, Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan kinerja sektor pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif.
Pertumbuhan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam membangun pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas dan berdaya saing.
“Capaian yang diraih memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebesar 15,39 juta kunjungan atau tumbuh 10,80 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan dengan pertumbuhan sebesar 17,55 persen.
Selain pertumbuhan kunjungan, sektor pariwisata Indonesia juga mencatatkan prestasi di tingkat global. Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia menerima 154 penghargaan internasional. Di antaranya Michelin Keys yang diraih oleh 33 hotel di Indonesia, penghargaan Best Tourism Village dan Best Tourism Village Upgrade Programme dari UN Tourism untuk Desa Wisata Pemuteran di Bali serta Desa Wisata Osing Kemiren di Banyuwangi, penghargaan “The New Destination Champion Award 2026” dari La Liste, Prancis, serta berbagai penghargaan internasional lainnya.
“Ini adalah kebanggaan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia. Pengakuan internasional ini tidak hanya meningkatkan standar kualitas pariwisata kita, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat global,’’ katanya.
‘’Semakin baik citra Indonesia di mata dunia, semakin besar pula minat wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi dan daya tarik wisata kita,” sambung Wamenpar Ni Luh Puspa.
Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pertumbuhan kuantitatif harus diiringi dengan peningkatan kualitas. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berkolaborasi dalam merumuskan program yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Fokus kita bukan semata pada angka kunjungan, tetapi pada pengalaman wisata yang bermakna, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Astindo Travel Fair 2026 berlangsung selama empat hari, 5–8 Februari 2026, di Hall 1 ICE–BSD City, Tangerang Selatan. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian BCA Expoversary 2026 dengan dukungan PT Bank Central Asia Tbk sebagai official bank partner dan BCA Insurance sebagai official insurance partner.
Ajang ini diikuti oleh berbagai maskapai penerbangan, destinasi wisata, perhotelan, biro perjalanan, operator tur, cruise lines, penyedia transportasi, resort dan spa, travel gear dan apparel, badan promosi pariwisata, perusahaan asuransi, perbankan, hingga perwakilan pemerintah.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya ekosistem pariwisata nasional dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (red)















