Ini Kata Pak Mbois Tentang Pengembangan Karier ASN Pemkot Malang Berbasis Manajemen Talenta
SekarangAja, MALANG- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengingatkan semua ASN di Pemkot Malang meningkatkan kompetensi dan kinerja. Itu karena proses pengisian jabatan akan mengacu pada sistem manajemen talenta.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat memberikan amanat pada apel pagi ASN Pemkot Malang, di Halaman depan Balai Kota Malang, Senin (3/8/2026) hari ini.
Wali kota yang akrab disapa Pak Mbois ini mengatakan, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier sepanjang mampu menunjukkan kompetensi, potensi, dan kinerja yang baik melalui sistem yang telah terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dengan telah ditetapkannya ada rekomendasi untuk Pemerintah Kota Malang menerapkan manajemen talenta. Kami sudah langsung melaksanakannya. Manajemen talenta ini kalau kita terapkan secara optimal sesuai dengan tahapan, pedoman, dan ketentuan yang berlaku, dengan prinsip objektif, terencana, terbuka, dan akuntabel. Karena semua berdasarkan kompetensi yang ada,” jelas Pak Mbois.
Berkaitan dengan itu, Wali Kota Wahyu meminta seluruh ASN agar aktif memperbarui dan melengkapi data pada aplikasi kepegawaian. “Pemutakhiran data ini terkait dengan profil pegawai dan kompetensi, pemutakhiran jabatan yang pernah dilakukan, pemutakhiran penghargaan, dan juga terkait rekapitulasi penugasan oleh perangkat daerah. Di samping itu, kami juga mempertimbangkan kedisiplinan, sanksi dan lain-lain terkait kompetensi dan kinerja sudara,” jelasnya.
Lebih lanjut Pak Mbosi mengatakan, data tersebut akan direkap dan diolah melalui sistem yang terinegrasi dengan BKN. Hasil pengolahan tersebut akan memetakan setiap ASN ke dalam 9 talent box berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerjanya. Pemetaan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam proses pengembangan karier maupun pengisian jabatan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kami terus merekap dan menginventarisir data-data, karena yang masuk ribuan. Kita ada data, data ini berbasis sistem di BKN. Dan dari sistem itu BKN akan menentukan dan nanti masuk ke pemetaan 9 box. Mereka yang terpilih, sesuai kompetensinya, sesuai kinerjanya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini salah satu aspek pada sistem manajemen talenta adalah penilaian 360 derajat, yakni melibatkan penilaian dari atasan, rekan sejawat, dan bawahan.
Namun Wali Kota Wahyu menyebut penilaian untuk ASN Pemkot Malang akan menambahkan masukan dari stakeholder terkait, seperti media maupun informasi yang berkembang di masyarakat.
“Saya tidak hanya dari tiga ini saja. Saya menambahan dengan bagaimana saya melihat secara langsung profil saudara sekalian. Termasuk jika mungkin ada info-info lain. Akan kami terima, namun tidak langsung menjadi dasar, kami akan crosscheck,” ujar Wahyu.
Terakhir, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat sistem merit sekaligus meminimalkan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pengisian jabatan.
“Kami ingatkan sekali lagi, jangan percaya apabila ada tawaran-tawaran terkait promosi dengan iming-iming sesuatu. Itu tidak benar. Kami melaksanakan penataan kepegawaian sesuai asas meritokrasi, sesuai kompetensi, semua berdasarkan data,” katanya. (red)
- Cara terapkan Manajemen Talenta
- Ini Kata Pak Mbois Tentang Pengembangan Karier ASN Pemkot Malang Berbasis Manajemen Talenta
- Kata Pak Mbois Tentang Pengembangan Karier ASN Pemkot Malang Berbasis Manajemen Talenta
- Pemkot Malang
- Pengembangan Karier ASN Pemkot Malang Berbasis Manajemen Talenta
- Penjelasan tentang manajemen Talenta
- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat















