Implementasi Keputusan Bisnis Taktis untuk Pengembangan Usaha Mie Sehat Kering KWT Mawar di Mondoroko Malang

MALANG- Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan ini merupakan pelaksanaan hibah dari  Kemendikbudristek tahun pendanaan 2024.

Program ini dilaksanakan Pengabdi Masyarakat UKWMS. Terdiri dari  dosen, mahasiswa reguler serta mahasiswa profesi insinyur. Diketuai oleh Dr  Dyna Rachmawati, MSi,Ak,CA (bidang akuntansi). Anggota terdiri dari Ir Thomas Indarto Putut Suseno,MP,IPM. (bidang teknologi pangan), Ir  Andrew Joewono,ST, MT, IPU,ASEAN Eng., APEC Eng. (bidang energi, teknologi tepat guna, serta profesi insinyur).

Sedangkan kontributor yakni Ir. Dra. Adriana Anteng Anggorowati,MSi.,IPU. (Ketua pusat abdimas UKWMS). Sementara dari mahasiswa yakni   Sean Jonathan Laiman (akuntansi), Willthy Clinton Freinademetz Palit (akuntansi), Yerry Topan Arisandhy, ST (profesi insinyur), Winata Arditanto (teknik elektro), Mario Marvin Putra M. (teknik elektro), Jason chrisandy Limanto (teknik elektro) dan Robertus Karo S (teknik elektro).

Sasaran kegiatan ini, kelompok masyarakat  Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” Dusun Mondoroko, Desa Banjararum Kabupaten Malang. Sedangkan kegiatan digelar Sabtu (21/9/2024).

Program PKM ini berskema pemberdayaan berbasis masyarakat  dengan judul ‘Implementasi Keputusan Bisnis Taktis untuk Pengembangan Usaha Mie Sehat Kering Kelompok Wanita Tani Mawar di Mondoroko Malang’.

Mitra masyarakat yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” yang di ketuai oleh  Yanny.  KWT Mawar mempunyai usaha mie sehat, namun masih dalam bentuk mie basah.

Usaha mie sehat ini pada mulanya dari ibu-ibu RW 05 yang mengikuti pameran makanan olahan sehat sebagai kampanye makan sayur di Dusun Mondoroko.

Beberapa ibu mempunyai ide kreatif memproduksi kue-kue dari sawi. Sebagian lagi mie dari sawi. Mie sehat dari sawi ini mendapatkan respons positif pengunjung pameran, dan paling laku terjual. Ini yang memotivasi pengurus KWT Mawar untuk memproduksi mie sehat yang basah. Target pasarnya adalah anggota KWT Mawar, ibu-ibu di Dusun Mondoroko, para pedagang mie ayam, dan beberapa lagi dijual melalui supermarket yang dimiliki oleh BUMDES Banjararum. Namun mie sehat basah ini cepat kedaluwarsa, karena tidak menggunakan pengawet.  Oleh karena itu, ketua pengurus KWT Mawar menghubungi Tim Abdimas UKWMS dalam menyelesaikan masalah kualitas produknya agar dapat bertahan lebih lama.

“Hasil diskusi dengan  KWT Mawar, maka disepakati adanya dua permasalahan prioritas pada usaha mie sehat. Yakni pertama  manajemen usaha dan produksi, kedua  bidang produksi mie sehat (kualitas produk),” jelas Dr. Dyna Rachmawati, SE,MSi, CA,Ak, Ketua Tim Pelaksana.

Dari permasalahan yang timbul, kata Dyna, mitra bersama tim pelaksana kegiatan, berdiskusi untuk mencari solusi  dari permasalahan yang dialami mitra, untuk diusulkan ke Kemendikbudristek. Tujuannya guna mendapatkan hibah kegiatan dengan program PKM skema pemberdayaan berbasis masyarakat. Usulan itu disetujui dilaksanakan sebagai implementasi hasil penelitian untuk mengatasi permasalahan masyarakat.

Lebih lanjut Dyna menjelaskan, kegiatan yang dilakukan dengan mempersiapkan dan membuat peralatan produksi mie sehat kering di base camp tim pelaksana (Surabaya), mempersiapkan modul-modul pelatihan manajemen usaha, serta mengimplementasikan pada lokasi mitra di Dusun Mondoroko Desa Banjararum Kabupaten Malang.

Sementara itu perangkat peralatan mie sehat kering, terdiri dari, mixer adonan. Mesin ini mempunyai fungsi untuk memudahkan dalam mencampur bahan-bahan baku adonan mie, seperti tepung terigu, telur, sari sawi, dan sebagainya. Cara kerja mesin, mengaduk secara horisontal karena adonan mie membutuhkan banyak bahan dan tidak membutuhkan waktu lama. Pengadukan menggunakan energi listrik, bukan manual.

Spesifikasi mesin ini mempunyai kapasitas maksimum 2 kg untuk sekali batch produksi. Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasionalkan mesin  sebesar 550 watt.

Selain itu mesin pencetak bentuk (profile) mie. adonan mie (hasil mixer) dimasukkan ke rol pemipih untuk dijadikan bentuk pipih, ketebalan dapat disetel sesuai keinginan pembuatnya, setelah semua adonan dipipihkan maka dilanjutkan dengan proses pencetak atau  pemotongan menjadi bentukan profile mie. Mesin pencetak mie ini mempunyai spesifikasi kapasitas produksi 20 kg per jam dan penggunaan daya listrik sebesar 550 watt.

Ada juga mesin produksi mie sehat yang terakhir adalah oven pengering dengan menggunakan ruang oven empat loyang yang berukuran 40 x 60 cm, dengan menggunakan pemanas katalitik burner gas.

Oven pengering ini cara kerjanya manual. Pengaturan suhu panas kompor menjadi faktor krusial bagi pembuat mie. Mie yang terlalu kering akan mudah hancur, sebaliknya mie belum kering tidak tahan lama.

Dyna mengatakan proses produksi mie sesuai standar pangan dan gizi. Standar yang dimaksudkan tidak menggunakan boraks. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mie sehat yakni tepung terigu, air jus sawi (ampas dibuang), garam, dan sodium tripolyphosphate (STTP). Semuanya diaduk sampai kalis, kemudian dicetak dan dipotong, dan terakhir di keringkan dengan oven.

“Kegiatan PKM ini juga berupaya untuk mencapai target sustainability development goals (SDGs) ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab,” jelasnya.

Dyna menguraikan, kegiatan ini berfokus pada pengembangan usaha mie sehat kering yang berbahan dasar sayur sawi. Sawi yang diambil sarinya akan menghasilkan senyawa karagen yang mampu mengentalkan dalam proses emulsifikasi. Proses produksi menggunakan bahan alami. Usaha mie sehat kering ini merupakan siklus produksi yang dikelola KWT “Mawar”.

Sawi yang digunakan merupakan hasil kebun sendiri. Sehingga risiko untuk tidak mendapatkan bahan baku terbilang kecil. Usaha mie kering ini dapat menjadi salah satu wahana wisata pendidikan yang saat ini telah dikelola oleh Kampung Sawi Mondoroko,” pungkasnya. (red)

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Malam Ini

Sekarang

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang