Hari Kedua Operasi Ketupat 2026 Tercatat 459 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta
SekarangAja, BEKASI– Arus mudik Lebaran mulai tampak. Itu dilihat dari jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Pada hari kedua Operasi Ketupat 2026, tercatat sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari wilayah Jakarta.
Data tersebut disampaikan Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal saat memantau situasi lalu lintas di Command Center Korlantas, KM 29, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) malam.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pergerakan kendaraan selama periode arus mudik tetap terkendali.
“Prediksi kami memang tanggal 14 dan 15 ada peningkatan, namun pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa yang keluar ke Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan. Jadi, masih ada dari proyeksi keluar ke Jakarta itu 3.671.028 kendaraan, masih ada sekitar 3,2 juta ya, masih ada kurang lebih 76,9 persen,” jelas Brigjen Pol Faizal.
Ia menjelaskan, Korlantas Polri terus mengantisipasi perkembangan arus mudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Pemantauan dilakukan di berbagai jalur utama, baik jalan tol maupun jalur arteri. Ini guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Menurut dia, peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi pada pertengahan pekan depan. Lonjakan arus mudik diprediksi berlangsung pada Rabu hingga Jumat.
“Tentunya kami akan mengantisipasi sisa pelaksanaan Operasi Ketupat ya, terutama pada arus mudik, kemungkinan prediksi kami hari Rabu, Kamis, Jumat, itu akan terjadi lonjakan,” ungkapnya.
Pada hari kedua Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri juga mencatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, tingkat fatalitas korban meninggal dunia justru mengalami penurunan.
Brigjen Pol Faizal menilai kehadiran personel Polri di lapangan memberikan dampak positif terhadap penanganan kejadian di jalan.
“Kejadian laka lantas memang ada peningkatan, tapi di sisi lain ada penurunan dari segi fatalitas atau korban meninggal dunia turun kurang lebih 45 persen. Artinya, keberadaan anggota kami di lapangan cukup memberikan dampak yang positif,” ucapnya.
Sementara itu, mayoritas kendaraan yang keluar dari Jakarta bergerak menuju wilayah timur Pulau Jawa melalui jalur Trans Jawa. Pergerakan kendaraan didominasi oleh kendaraan pribadi milik masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Jadi, mayoritas masih didominasi ke arah timur, ke arah Transjawa dan kami tadi sudah melakukan pengecekan data bahwa hampir semua kendaraan-kendaraan yang mengarah ke arah timur sudah didominasi oleh kendaraan pribadi,” jelasnya. (red)















