U

Dukung Jakarta Fashion Week 2027 Kembangkan Fesyen Menuju Tranoi Paris dan Riyadh Fashion Week

JAKARTA-Dukungan mulai mengalir untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Salah satunya datang dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Jakarta Fashion Week dinilai terus melangkah maju sebagai gerakan ekonomi kreatif yang merayakan inovasi, keberagaman, dan evolusi gaya.

“Hal paling penting dari suatu festival fesyen yaitu impact terhadap desainer lokal dan pasar ekspor yang bisa dikembangkan ke negara-negara lain. Apalagi Kementerian Ekraf juga sudah punya program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang memastikan subsektor fesyen siap naik kelas,”  kata  Menteri Ekraf Teuku Riefky   saat menerima audiensi Chairwoman JFW, Svida Alisjahbana.

JFW menghubungkan ekosistem desainer dengan event-event internasional sekaligus mengangkat wastra Indonesia untuk skala global. Dalam audiensi tersebut juga dibahas tentang perkembangan, pencapaian tahun sebelumnya, dan rencana kolaborasi strategis JFW 2027 untuk memajukan industri mode Indonesia di kancah global.

“Kami siap menghidupkan kembali kolaborasi misalnya bersama Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pastinya mereka punya network atau calon sponsor juga sehingga bisa menguatkan pengembangan subsektor fesyen melalui inisiasi-inisiasi dari JFW secara berkelanjutan,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Kehadiran Kementerian Ekraf dalam puncak JFW pada November tahun lalu menjadi momentum kuat dalam menjaring kolaborasi lintas negara ASEAN. Dukungan dari lintas kementerian membuat JFW berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi ekosistem mode dengan total 619 publikasi dalam 8 hari cakupan media nasional dan internasional.

Dalam perluasan inovasi program untuk menjadikan Jakarta sebagai barometer fesyen Asia Tenggara, pengembangan talenta juga akan dilakukan melalui Jakarta Fashion Force Academy. Selain itu, keberlanjutan partisipasi pameran internasional seperti Tranoi dan Premiere Vision Paris sampai Riyadh Fashion Week juga disinyalir membangun jembatan global kemitraan strategis.

“JFW menjadi the official partner dari Tranoi Paris dan Riyadh Fashion Week yang bisa dibayangkan kalau Indonesia berpartisipasi di sana akan mendapatkan pavilion khusus. Dengan dukungan Kementerian Ekraf, kami berharap bisa mendapat skenografi atau interior desain yang menarik perhatian untuk kesempatan event internasional tersebut,’’ kata Svida Alisjahbana.

‘’Nantinya, JFW akan mengkurasi strictly the designers yang siap mendunia dan mempunyai kapasitas dan koleksi yang kuat sehingga bisa menjadi bahan perbincangan dan mengundang order international buyer,” sambungnya.

Selain itu, Svida Alisjahbana meyakini bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif bisa mengembangkan para pemain subsektor fesyen untuk naik kelas, khususnya mengangkat wastra Indonesia ke pasar global.

Dengan target peningkatan kualitas, branding, dan penetrasi pasar internasional, kolaborasi diperlukan untuk membina perancang-perancang busana Indonesia menjadi pemain dunia.

“Kalau kita lihat, hulu dari fashion industry itu adalah wastra. Menjadi tantangan tersendiri untuk mengangkat wastra Indonesia mendunia yang membutuhkan proses kurasi, renovasi, dan marketing untuk diterima rumah-rumah mode dunia. Dengan demikian kita akan melihat sebagai keberhasilan sebuah ekosistem fesyen untuk maju bersama,” tambah Svida Alisjahbana yang didampingi Partnership Manager PT. Chandra Sakti, Irsyad Izzeddin.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Fesyen Romi Astuti, serta Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala. (red)

Sekarang

Pendopo Pate Alos Jadi Pusat Budaya dan Pusat Edukasi

Sekarang

Ini Aturan Baru Penyuluh Agama Islam Bisa Jadi Kepala KUA

Sekarang