U

Dirut Bulog Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Wonokromo

SekarangAja, SURABAYA Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu (4/4/2026) hari ini. Itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, serta melibatkan berbagai unsur. Mulai dari pengelola pasar,  Kodam V/Brawijaya, hingga dinas terkait seperti koperasi, UMKM, dan pertanian.

“Monitoring ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi tetap stabil,” kata Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di sela kegiatan.

Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama terpantau stabil. Bahkan beberapa mengalami penurunan harga. Beras program SPHP masih berada pada harga terkendali. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sementara harga telur ayam turun menjadi Rp29.000 per kilogram.

Harga ayam ras juga mengalami penurunan dari kisaran Rp34.000 menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram. Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas daging sapi. Menanggapi hal tersebut, Bulog akan melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke Rumah Potong Hewan (RPH) guna mengidentifikasi penyebab kenaikan harga.

“Kami akan cek langsung ke RPH untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa kondisi stok pangan nasional dalam keadaan aman dan terkendali. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini capaian yang membanggakan. Tahun lalu saat swasembada pangan, stok tertinggi berada di angka 4,2 juta ton. Sekarang sudah melampaui, dan kami prediksi bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga tengah menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per keluarga.

Terkait distribusi minyak goreng, Ahmad Rizal mengakui adanya keterbatasan pasokan Minyak Kita akibat alokasi Domestic Market Obligation (DMO) yang terbagi ke seluruh provinsi. Untuk itu, Bulog telah mengajukan penambahan kuota guna memperkuat distribusi di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, tim juga melakukan pengujian sampel bahan pangan guna memastikan keamanan konsumsi. Hasil sementara menunjukkan komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel negatif dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin. Pengujian terhadap daging dan ayam masih berlangsung.

“Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Dari hasil uji sampel, sejauh ini seluruhnya negatif dari zat berbahaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan stok, serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. (red)  

Sekarang

Dirut Bulog Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Wonokromo

Sekarang

Gubernur Yulius Selvanus Pacu Lonjakan Pariwisata Sulut

Sekarang