Bakesbangpol Kota Malang Gelar Diskusi Kewaspadaan Dini, Perkuat Sinergi Pencegahan Radikalisme
Kegiatan tersebut merupakan langkah proaktif pemerintah daerah bersama mitra strategis dalam mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebab konflik serta penyebaran paham radikalisme.
Acara ini juga menindaklanjuti program-program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Kota Malang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai unsur vital yang menjamin penanganan masalah radikalisme secara komprehensif, meliputi unsur intelijen, keamanan, akademisi, dan pemerintah daerah.
Narasumber yang hadir yakni Kolonel Sus Damianus Supangkat (Dankorwil BIN Kota Malang), Kompol Agung Santoso (Kasubnit Idensos Satgaswil Jatim Densus 88 AT), AKP Iwan Setiawan (Kanit IV Satintelkam Polresta Malang Kota), Kapten Arm Kholisin (Pasi Intel Kodim 0833 Kota Malang), Drs. Ali Mulyanto (Plt. Kabakesbangpol Kota Malang), serta Prof. Gonda Yumitro, MA, Ph.D. (Dosen Prodi HI UMM).
Prioritas Kewaspadaan Dini dan Deteksi Awal
Dalam paparannya, Kapten Arm Kholisin (Kodim 0833) menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari Deteksi Dini melalui pengenalan organisasi berpaham radikal, pemantauan media sosial, serta pelaporan hierarkis terhadap modus baru dari kegiatan kelompok radikal. Ia juga memaparkan klasifikasi radikalisme, mulai dari Radikal Kanan, Kiri, hingga Lainnya, yang kesemuanya berpotensi mengganggu keutuhan NKRI.
Sementara itu, Kompol Agung Santoso (Densus 88 AT) menyoroti proses bertingkat menuju terorisme, yang bermula dari intoleransi. Ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan Peran Aktif dalam pengawasan, deteksi awal, dan pemberian informasi guna mendukung upaya Deradikalisasi.
Optimisme Melalui Strategi Deradikalisasi Berbasis Masyarakat
Guna menciptakan optimisme, diskusi ini juga membahas solusi dan strategi yang telah teruji. AKP Iwan Setiawan dari Polresta Malang Kota menyoroti pentingnya Strategi Preventif dan Deradikalisasi Berbasis Masyarakat, dengan penekanan pada partisipasi warga dan kolaborasi lintas sektor.
Faktor kunci keberhasilan program deradikalisasi, menurutnya, adalah kepemimpinan lokal yang kuat, keterlibatan aktif keluarga, dan sistem evaluasi yang berkala.
Dari perspektif akademis, Prof. Gonda Yumitro (UMM) mengaitkan Kewaspadaan Dini (Early Warning) dengan Tanggapan Dini (Early Response) sebagai upaya diplomatik, kemanusiaan, atau ekonomi untuk mentransformasi konflik.
Rekomendasi Sektoral BIN Jaga Stabilitas
Menyempurnakan diskusi, Kolonel Sus Damianus Supangkat dari BIN memaparkan potensi ancaman kontestasi politik dan ekonomi yang rentan dimanfaatkan kelompok radikal untuk penyebaran paham.
Ia memberikan rekomendasi strategis di berbagai bidang. Di antaranya
Ideolog, perkuat program deradikalisasi dan kontra narasi. Politik, dorong dialog politik inklusif dan sehat untuk mencegah polarisasi.
Ekonomi, optimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan pelatihan kerja guna menghapus kesenjangan sosial. Selain itu Sosbud. Dorong peran tokoh moderat untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Kegiatan diskusi ini menegaskan komitmen kolektif Pemkot Malang dan seluruh instansi terkait untuk menjaga wilayah agar tetap aman, kondusif, dan terkendali, sejalan dengan visi jurnalisme yang membangun. (red)
- AKP Iwan Setiawan Kanit IV Satintelkam Polresta Malang Kota
- Bakesbangpol Kota Malang Gelar Diskusi Kewaspadaan Dini
- Kapten Arm Kholisin Pasi Intel Kodim 0833 Kota Malang
- Kolonel Sus Damianus Supangkat Dankorwil BIN Kota Malang
- Kompol Agung Santoso Kasubnit Idensos Satgaswil Jatim Densus 88 AT
- Perkuat Sinergi Pencegahan Radikalisme















