U

Badan Penghubung NTT dan Pemprov DIY Gelar Dialog, Ini Harapan untuk Diaspora dan Mahasiswa NTT di Yogya

SekarangAja, YOGYAKARTABadan Penghubung Provinsi NTT melakukan koordinasi dan konsultasi  dengan Kesbangpol Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pertemuan yang digelar Rabu (11/3/2026) di kantor kesbangpol Provinsi DIY itu melibatkan berbagai pihak terkait. 

Pertemuan ini di antaranya terkait membahas  akses layanan publik dan perlindungan bagi warga NTT yang berdomisili di Yogyakarta.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati  ST hadir dalam kegiatan ini mewakili Pemprov NTT. Taty, sapaan akrab Florida Taty Satyawati  ST didampingi dua  tokoh diaspora NTT di Yogyakarta. Yakni Daniel Damaledo dan Moris Sarumaha.

Untuk diketahui, Daniel Damaledo merupakan  salah satu diaspora NTT yang berhasil dengan jejaringnya memberdayakan mahasiswa asal NTT  untuk bekerja di rumah makan Pantai Timur Jogja. Ia juga dikenal sebagai  pemilik Radio Sasando di Jogjakarta.

Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol DIY, Danrem 072/Pamungkas yang diwakili Kasi Intel,  Ketua Forum Pembauran kebangsaan DIY, BIN, Polda DIY, Kabid pada kesabangpol DIY.

Taty menjelaskan, sejumlah topik menjadi agenda pembahasan pertemuan tersebut. Di antaranya jaminan kemudahan akses dokumen administrasi kependudukan dan membangun sistem perlindungan hukum dan sosial reponsif.

‘’Pertemuan ini juga mempererat jejaring silaturahmi pemprov dengan diaspora NTT, mitigasi potensi konflik sosial dan masalah hukum di perantauan, penguatan sistem deteksi dini konflik sosial hingga legalitas layanan dasar,’’ jelas Taty.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemprov NTT  melalui Badan Penghubung berharap adanya kerja sama dan harmonisasi Pemrov NTT dan Pemprov DIY dalam mengatasi permasalahan diaspora NTT di Jogja.

‘’Kami juga berharap diaspora NTT di Jogja dapat menjadi duta kebudayaan pariwisata serta ikut menjaga kamtibmas. Sementara  harapan Pemprov NTT kepada Pemprov  DIY terkait pemberian akses layanan publik bagi diaspora NTT di Yogyakarta pada dasarnya berfokus pada perlindungan, kemudahan akses layanan, dan penguatan kolaborasi antardaerah,’’ papar Taty.

Ia mengatakan, Pemprov NTT berharap adanya kemudahan akses layanan publik bagi diaspora NTT dan mahasiswa asal NTT yang berdomisili di Yogyakarta. Seperti administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial tanpa hambatan birokrasi.

Selain itu terkait perlindungan dan pendampingan warga NTT, diharapkan adanya dukungan dari Pemprov DIY dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat NTT, terutama jika menghadapi persoalan hukum, sosial, atau kondisi darurat. Sehingga mereka merasa aman dan terlindungi selama tinggal di Yogyakarta.

‘Sementara itu penguatan koordinasi antar pemda juga penting.  Pemprov NTT berharap terbangunnya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, termasuk melalui Badan Penghubung atau perwakilan daerah, agar berbagai persoalan warga NTT dapat ditangani secara cepat dan tepat.

‘’Pemprov NTT juga berharap adanya ruang dan dukungan bagi organisasi mahasiswa dan komunitas diaspora NTT di Yogyakarta untuk melakukan kegiatan pendidikan, budaya, dan pengembangan kapasitas yang positif,’’ harap Taty. 

Selain itu diaspora NTT diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah asal dan daerah tempat tinggal melalui jejaring, inovasi, serta kegiatan sosial dan ekonomi.

‘’Intinya, Pemprov NTT berharap Pemprov DIY dapat menjadi mitra strategis dalam memastikan bahwa diaspora NTT di Yogyakarta mendapatkan pelayanan publik yang adil, perlindungan yang baik, serta ruang untuk berkembang dan berkontribusi bagi kedua daerah,’’ katanya.

Sementara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta diaspora asal NTT yang tinggal di Yogyakarta berpartisipasi positif dalam kehidupan sosial, menjaga ketertiban, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Beberapa harapan di antaranya, menjaga nama baik daerah asal dan daerah tempat tinggal. Diaspora NTT diharapkan dapat menjaga sikap, perilaku, dan etika selama berada di Yogyakarta sehingga mencerminkan citra positif masyarakat NTT sekaligus menghormati nilai-nilai budaya masyarakat Yogyakarta.

Sebagai kota pendidikan yang multikultural, Yogyakarta mengharapkan masyarakat NTT dapat hidup rukun dengan berbagai kelompok masyarakat lain serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

Selain itu juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan. Diaspora NTT diharapkan tidak hanya menjadi pendatang, tetapi juga ikut berperan dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan pembangunan di lingkungan tempat tinggalnya.

Mahasiswa dan masyarakat NTT di Yogyakarta juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya NTT seperti seni, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal sehingga memperkaya keberagaman budaya di Yogyakarta.

Karena sebagian besar diaspora NTT di Yogyakarta adalah mahasiswa,  diharapkan mereka dapat belajar dengan baik, berprestasi, dan kelak kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah asal.

Kesimpulannya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berharap diaspora NTT di Yogyakarta dapat menjadi bagian dari masyarakat yang aktif, tertib, berprestasi, serta menjadi jembatan persaudaraan antara Yogyakarta dan NTT. (red)

Jaksel dan Jaktim Diprakirakan Hujan Hari Ini

Sekarang

Jaksel dan Jaktim Diprakirakan Hujan Hari Ini

Sekarang

Ngompres Politik Ajak Mahasiswa Pahami Politik JOMO dan POV

Sekarang