Angka Kemiskinan Kota Malang Turun
MALANG– Pemkot Malang mencatat tren penurunan angka kemiskinan dalam satu dekade terakhir. Kini menargetkan penurunan berlanjut pada tahun 2026. Pada tahun 2025, tingkat kemiskinan Kota Malang berada di angka 3,85 persen, turun dari sekitar 4,6 persen sepuluh tahun lalu.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, meski proyeksi target kuantitatif berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), arah kebijakan Pemkot Malang tetap fokus pada penurunan angka kemiskinan.
“Targetnya tentu turun, tapi yang paling penting adalah penanganannya,” ujar Donny.
Ia menekankan penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan satu perangkat daerah saja. Ini membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh OPD di Kota Malang.
Data 2025 menunjukkan sekitar 34 ribu warga masuk kategori miskin ekstrem atau desil satu. Jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 50 ribu orang.
Menurut Donny, penanganan kemiskinan diarahkan sesuai kondisi warga. Masyarakat rentan di desil dua dan tiga didorong melalui program pemberdayaan, sementara warga yang tidak produktif seperti lansia dan difabel diprioritaskan menerima bantuan sosial.
“Prinsipnya, bansos itu untuk yang memang sudah tidak bisa produktif. Yang masih bisa bekerja, kita dorong pemberdayaan,” katanya. (cia)















