Pelaku Usaha Parekraf Jabar Diajak Go Public Melalui KreatIPO
BANDUNG- Pelaku usaha parekraf di Jawa Barat (Jabar) didorong menjadi perusahaan go public dengan skema Initial Public Offering (IPO) melalui program KreatIPO. IPO merupakan kerja sama Kemenparekraf bersama Bursa Efek Indonesia.
Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya mengatakan program KreatIPO bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pelaku usaha parekraf mengenai kondisi usahanya saat ini dan membekali persiapan untuk menjadi perusahaan go public.
“Pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan agar pelaku usaha dapat naik kelas sehingga semakin berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta PDB Nasional,” kata Menparekraf Sandiaga.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, mengatakan data tahun 2023 menunjukkan emiten yang berasal dari sektor parekraf berjumlah 22 emiten dengan total fund raised mencapai Rp 4,78 triliun.
“Peluang dan potensi tersebut masih diikuti di tahun 2024 di mana terdapat 10 perusahaan parekraf yang berhasil listing di Bursa Efek Indonesia dengan total fund raised Rp 1,038 triliun. Hal ini menunjukkan perusahaan dari sektor parekraf sudah mulai dipercaya sebagai salah satu portofolio investasi yang menarik di pasar modal” ujar Hayun.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik program KreatIPO yang kembali diadakan tahun ini. Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Rispiaga, menekankan pentingnya acara ini bagi perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah Jawa Barat.
“KreatIPO selalu dinantikan oleh kami karena memberikan dampak positif yang signifikan. Program ini menjadi jembatan antara pelaku parekraf dengan investor dari Bursa Efek Indonesia (IDX), membantu mengatasi masalah permodalan yang sering mereka hadapi. Melalui KreatIPO, para pelaku usaha bisa mengembangkan bisnis mereka dan merambah pasar global,” ujar Raspiaga. (red)