Kemisan Jazz: Musik Interaksi Sosial yang Menyenangkan
Malang— Kamis malam menjadi waktu yang dinanti-nanti oleh kebanyakan orang yang senang dengan musik jazz di kota Malang. Sebab, agenda rutin Kemisan Jazz tetap digelar di kafe-kafe pilihan.
Kamis (18/1/2024) memang hujan sempat mengguyur kota, tapi rupanya antusiasme para penggerak dan penikmat jazz tidak lantas surut. Mereka mulai memadati Post Haus Malang, yang berada di Jalan Borobudur sejak pukul enam petang, dan semakin malam, semakin ramai dengan pengunjung kafe yang berbaur dengan suguhan musik yang mengalun dari para musisi yang tergabung dalam gerakan Kemisan Jazz.
Mungkin bagi sebagian orang, musik jazz cenderung eksklusif, tapi Decky Anugrah Pratama Putra, selaku salah satu penggerak Kemisan Jazz mengungkapkan Jazz bukan dinikmati orang-orang tertentu. Jazz sebenarnya adalah musik sosial yang bisa dinikmati siapa saja.
“Musik jazz sebenarnya adalah interaksi sosial,” ucapnya.
Pria kelahiran Bondowoso ini mengatakan bahwa dalam musik jazz, lebih banyak interaksi antarmanusia dibanding manusia dengan musiknya sendiri.
“Semua (interaksi) adalah tentang komunikasi ketika sedang bermusik. Utamanya jazz adalah improvisasi, dan saat itulah waktu kita berkomunikasi dengan bahasa yang sama-sama ditahu, bagaimana pun caranya hal itu (musik) menjadi harmoni yang menyenangkan.”
Bagi Decky, poin pentingnya Kemisan Jazz adalah bersenang-senang dengan musik jazz. Kendati demikian, dalam setiap pertemuan selalu ada edukasi yang ditawarkan kepada semua yang datang. Edukasi tentang musik jazz, bahkan mengenai cara mengapresiasi dan menikmati jazz.
“Musik jazz itu, kan, bebas yang beraturan. Artinya, ada pakem atau batasan dalam musik jazz itu sendiri. Dan itu adalah salah satu yang diedukasikan kepada teman-teman.”
Kemisan Jazz sendiri enggan disebut sebagai sebuah komunitas, karena kebebasan yang berlaku di dalamnya. Semua yang berada di dalam gerakan berhak menjadi MC, dan menjadi apa pun yang mereka mau di dalam gerakan. Namun, dengan kebebasan itu, justru campur tangan orang-orang yang tergabung dalam Kemisan Jazz ini terbentuk dengan alami yang dilakoni dengan penuh tanggung jawab dan sukacita.
Gerakan yang terlahir bulan Juni 2021 ini diprakarsai oleh Abink, Hoho, Rifky, dan Decky.
“Kemisan Jazz ini sebenarnya wadah untuk kami menghidupkan rasa musisi kami. Karena kami di sini tidak dituntut orang lain. Di Kemisan ini, kami bebas bersenang-senang, dan membebaskan orang lain untuk bersenang-senang bersama kami juga dengan pendekatan jazz, yang bebas tapi beraturan. Kalau ada yang meminta kami memainkan lagu tidak standar jazz pun akan kami mainkan dengan cara kami sesuai dengan pakem yang ada, tapi tetap menyenangkan untuk semuanya.”
Untuk soal tempat, Kemisan Jazz selalu berpindah-pindah dari satu kafe ke kafe yang lain. Hal tersebut dikarenakan ingin ikut ambil bagian dari mengenalkan kafe-kafe ke khalayak ramai. Dan untuk mengetahui lokasi setiap minggunya, Decky selalu menginfokan melalui akun Instagram Kemisan Jazz. Pada akhirnya, melalui Kemisan Jazz, gerakan musik ini tidak hanya menawarkan hiburan semata, tapi ada sesuatu yang lebih dalam dari itu. Tentang pergerakan sosial lewat hiburan yang menyenangkan semua orang. Tentang bagaimana jazz bisa diterima oleh semua kalangan, dan bagaimana jazz bisa menjadi musik yang diperdengarkan di mana saja, bukan melulu kafe dan tempat-tempat prestise, tapi juga menyasar kaum muda dan berada di kafe-kafe kecil dengan antusiasme yang sama besarnya. Menyenangkan, adalah kata kunci Kemisan Jazz.(ei)















