Produk Pemodernan Sastra 2023 Diluncurkan
JAKARTA-Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek meluncurkan Pemodernan Sastra. Ini merupakan komitmen mengembangkan sastra Indonesia maupun daerah, tulisan tangan, lisan, cetak dan digital (daring).
“Tujuan utama dari pengembangan sastra menjaga keberlanjutan apresiasi terhadap karya sastra, mendorong kreativitas, dan membuat sastra lebih dapat diakses oleh berbagai jenis audiens,” kata Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo.
Lebih lanjut ia menjelaskan sejak tahun 2022, Pusbanglin Bahasa dan Sastra secara berkelanjutan menyusun produk pengembangan sastra berupa film animasi yang dialihwahanakan dari berbagai legenda Nusantara. Pada tahun 2023, Pusbanglin berkomitmen melakukan pembuatan produk pengembangan sastra berupa 33 film animasi.
“Tahun depan rencananya membuat dalam bentuk komik yang mengangkat kisah mitos/legenda Nusantara sehingga bisa dinikmati oleh generasi muda,” jelasnya.
Imam menyampaikan jika dulu tradisi lisan dalam mengangkat sastra biasanya dilakukan turun temurun dari guru dan orang tua namun kini bisa dinikmati dalam bentuk animasi.
Sesuai target Perjanjian Kinerja Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra tahun 2023, pada tahun ini telah ditetapkan jumlah produk pengembangan sastra tersusun sebanyak 33 produk. Berdasarkan prinsip berkelanjutan, pada tahun ini, Pusbanglin akan kembali memproduksi 33 film animasi yang diadaptasi dari legenda nusantara.
Guna mencapai tujuan kegiatan, Pusbanglin Bahasa dan Sastra merencanakan kegiatan berlandaskan semangat kolaborasi dan gotong royong. Serta menerapkan prinsip-prinsip keterlibatan multipihak (pentahelix), yaitu pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) dan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbudristek, akademisi, badan atau pelaku usaha/industri, masyarakat atau komunitas dan media.
Pengembangan sastra adalah upaya untuk menggali, memperluas, dan menginterpretasikan karya sastra yang ada. Atau bahkan menciptakan karya baru dapat dilakukan dengan berbagai cara. (red)