Komisi C DPRD Kota Malang Sidak, Temukan Proyek Jembatan Lembayung Molor

MALANG-Komisi C DPRD Kota Malang tak main-main dalam menjalankan tugasnya. Salah satu buktinya ditunjukkan Selasa (12/12/2023) hari ini. Komisi yang membidangi pembangunan itu menemukan pembangunan Jembatan Lembayung belum selesai sesuai target waktu pengerjaannya.

Ketua Komisi C Drs H Fathol Arifin MH memimpin sidak pembangunan Jembatan Lembayung. Hasilnya jembatan yang dibutuhkan warga untuk penyeberangan itu belum selesai dikerjakan. Padahal sesuai jadwal pengerjaan, harusnya sudah selesai Selasa (12/12/2023) hari ini. Kenyataan yang ditemukan di lapangan, pengerjaan proyek itu belum menyentuh 90 persen.  

“Kami kecewa sekali. Harusnya hari ini sudah selesai dikerjakan. Tapi kenyataannya belum sama sekali selesai. Molor ini,” beber Fathol. Diketahui dari hasil pantauan di lapangan, bentuk perbaikan jembatan masih berupa  rangka  besi. Belum tampak tahap finishing. 

Fathol mengungkapkan hal tersebut ada konsekuensi bagi kontraktor pelaksana proyek. Yakni ancaman denda. Ini pun ditegaskan Fathol kepada perwakilan kontraktor yang ditemui di lokasi proyek. “Bisa denda Rp 1,3 juta per harinya lho itu. Ini jadi evaluasi kami,” tegas  Fathol.

Lebih lanjut politisi PKB ini mengatakan pihaknya tak main-main dalam menjalankan tugas pengawasan. Sebab menggunakan uang  rakyat. Yakni APBD Kota Malang. “Kami menjalankan salah satu tugas dewan yakni pengawasan. Hasilnya ditemukan adanya proyek yang belum selesai dikerjakan sesuai jadwal,” katanya.

Ia lantas mengingatkan instansi teknis Pemkot Malang untuk perketat pengawasan pengerjaan proyek. Karena selain menggunakan APBD, juga untuk kepentingan masyarakat luas. “Ada prinsip yang harus dipedomani instansi teknis dan pelaksana proyek. Yakni harus serba tepat. Tepat waktu, tepat anggaran dan tepat kualitas pengerjaan,” jelasnya.

“Ketepatan waktu sangat penting. Karena ketika direncanakan sudah dipertimbangkan waktu sematang-matangnya,” sambung Fathol.   Ia berjanji membawa  masalah ini dalam rapat dengar pendapat dengan instansi teknis. Sehingga pengawasan proyek oleh Pemkot Malang ditingkatkan.

Fathol menegaskan tidak hanya proyek Jembatan Lembayung saja. Tapi semua proyek yang didanai menggunakan APBD diawasi secara ketat. “Apalagi sekarang sudah memasuki akhir tahun anggaran. Artinya proyek-proyek yang didanai APBD harus segera selesai. Kalau belum selesai, siapkan solusinya,” tegasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Lembayung pernah viral. Itu setelah sejumlah pelajar dan warga beralih menyeberang menggunakan perahu rakit pasca ditutupnya jembatan tersebut untuk perbaikan.  

Sebelumnya Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta pembangunan Jembatan Lembayung  dipercepat. Itu dikatakan pada  Rabu (4/10/2023)  lalu saat meninjau proses pembangunan Jembatan Lembayung yang berada di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Jembatan ini menghubungkan Kelurahan Mergosono dan Kelurahan Bumiayu. Wahyu Hidayat  kala itu meminta pembangunan  dipercepat tanpa mengurangi kualitas jembatan. Ia meminta dalam proses pembangunan jembatan ini mengutamakan akses bagi pejalan kaki. Juga dilanjutkan dengan akses untuk sepeda motor di sisi tengah jembatan. Hal ini agar masyarakat bisa segera melintasi Jembatan Lembayung.

Wahyu sempat menyoroti penggunaan perahu rakit atau getek yang diinisiasi warga untuk menyeberangi Sungai Brantas. Menurut Wahyu Hidayat perahu rakitan yang digunakan saat itu tak memenuhi unsur keamanan. (ran/red/inforial)

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang

Hujan Berpotensi Guyur Jakarta Akhir Pekan

Sekarang