U

Ini Pemantapan  Persiapan  MTQ Nasional di Semarang

SekarangAja, SEMARANG Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang terus dimatangkan. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pemprov Jawa Tengah  memastikan kesiapan layanan bagi kafilah menjelang pelaksanaan  MTQ  Nasional XXXI Tahun 2026.

Kesiapan tersebut mencakup penyelenggaraan musabaqah hingga akomodasi, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan informasi bagi peserta.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Finalisasi Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Rapat digelar menjelang kedatangan kafilah yang dijadwalkan mulai 11 September 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, seluruh persiapan yang menjadi tanggung jawab Kemenag telah diselesaikan. Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

“Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Untuk persiapan lomba, insyaallah sudah kami selesaikan,” ujar Abu Rokhmad di Semarang.

Menurut Abu, persiapan tersebut meliputi pendaftaran dan penetapan peserta, penyusunan materi atau soal, perekrutan dewan hakim, serta penyiapan panitia dan tim pelaksana. MTQ Nasional XXXI akan mempertandingkan delapan cabang dengan 24 golongan.

Abu menyampaikan, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menekankan bahwa penyelenggaraan MTQ perlu ditempatkan tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai momentum memperluas syiar dan menghadirkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang dapat dipelajari serta diamalkan masyarakat.

Selain kompetisi utama, Kemenag menghadirkan eksibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli. Sebanyak 24 peserta akan mengikuti eksibisi tersebut, terdiri atas 12 peserta golongan Tilawah dan 12 peserta golongan Kitabah.

“Ini masih eksibisi. Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya sudah menjadi cabang lomba yang tercatat secara resmi,” kata Abu.

Menurut Abu, penyelenggaraan eksibisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam syiar Al-Qur’an. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen untuk menghadirkan layanan keagamaan yang lebih inklusif dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus mematangkan kesiapan layanan bagi kafilah. Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga pengalaman dan kenyamanan para peserta selama berada di Jawa Tengah.

“Kita ingin kafilah dan tamu datang dengan nyaman, mendapatkan pelayanan terbaik, lalu pulang membawa kesan baik tentang Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.

Ia meminta seluruh panitia memperkuat koordinasi, khususnya dalam mengantisipasi kedatangan dan kepulangan kafilah.

Kesiapan menghadapi keterlambatan transportasi, kondisi cuaca, kebutuhan kesehatan, hingga akses informasi perlu dipastikan sejak awal.

Taj Yasin juga meminta liaison officer (LO) di setiap provinsi memahami kebutuhan masing-masing kafilah. Informasi mengenai rumah sakit, pusat kuliner, destinasi wisata, serta lokasi kegiatan perlu disampaikan secara jelas kepada para tamu.

“Jangan sampai ada tumpang tindih jadwal, khususnya kedatangan dan kepulangan. Kita harus memastikan mereka mendapatkan kenyamanan,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno melaporkan, kesiapan venue, akomodasi, konsumsi, transportasi, pengamanan, dan layanan kesehatan terus dimatangkan. Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Kemenag, dan seluruh unsur terkait juga dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Kesiapan MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari pelaksanaan lomba, tetapi juga pelayanan terbaik kepada kafilah, dewan hakim, tamu, dan masyarakat,” ujar Sumarno.

Jawa Tengah menargetkan tiga keberhasilan dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses administrasi. Karena itu, seluruh unsur penyelenggara diminta menjaga komunikasi dan merespons cepat setiap kebutuhan selama pelaksanaan.

Rangkaian MTQ Nasional XXXI dimulai dengan kedatangan kafilah pada 11 September 2026, dilanjutkan malam ta’aruf, pelantikan dewan hakim, pembukaan pameran, pembukaan MTQ, pelaksanaan musabaqah, hingga penutupan.

Selain musabaqah, rangkaian kegiatan juga akan diisi pameran, seminar internasional, kegiatan seni dan kaligrafi, serta berbagai agenda pendukung yang membuka ruang partisipasi masyarakat.

Pada rangkaian penutupan, Kemenag juga akan menyampaikan Keputusan Menteri Agama mengenai tuan rumah MTQ Nasional Tahun 2027. (red)

Rindekraf untuk Kuatkan Ekonomi Kreatif di Daerah

Sekarang

Ini Pemantapan  Persiapan  MTQ Nasional di Semarang

Sekarang

Rindekraf untuk Kuatkan Ekonomi Kreatif di Daerah

Sekarang