Sinergi Industri Gim Global dan Talenta Kreatif Lokal di HoYo FEST 2026
SekarangAja, JAKARTA– HoYo FEST di Pondok Indah Mall 3 Jakarta diapresiasi Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar. Event ini diharapkan menjadi wadah strategis yang mempertemukan raksasa industri gim global dengan talenta lokal.
Itu sekaligus memadukan ekosistem kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) melalui pameran kriya dan merchandise karya kreator Indonesia.
Wamen Ekraf menilai HoYo FEST sebagai cerminan nyata bagaimana optimalisasi IP mampu menciptakan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi antara pemilik IP internasional dan talenta lokal tidak hanya membuka ruang komersialisasi, tetapi juga meningkatkan daya saing subsektor kriya hingga desain.
“HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. Inisiatif seperti ini membuka ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai komersial sekaligus menjangkau pasar yang lebih besar,” kata Wamen Ekraf Irene Umar.
Sebanyak puluhan pegiat ekraf Indonesia terlibat langsung dalam memproduksi karya kriya dan merchandise berbasis karakter IP HoYoverse. Menariknya, produk-produk tersebut dipasarkan dengan tetap memberikan hak kepemilikan penuh kepada masing-masing kreator. Skema ini menjadi terobosan penting yang memperkuat posisi pegiat ekraf lokal sebagai penerima manfaat ekonomi utama atas kreativitas mereka.
Wamen Ekraf Irene berharap kolaborasi lintas sektor semacam ini dapat direplikasi lebih luas dengan melibatkan IP internasional lainnya. Langkah berkelanjutan ini diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan subsektor gim, kriya, ilustrasi, dan desain, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai hub ekonomi kreatif utama di kawasan.
Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD Aswin Atonie, mengatakan lebih dari 9500 orang mengungjungi HoYo FEST sejak 30 Juli, dengan total ada 50 booth, terdiri dari 71 pegiat EKRAF.
Aswin mengharapkan kehadiran Kementerian Ekrad di HoYo FEST 2026 menjadi simbol kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, industri, dan komunitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di HoYo FEST 2026. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap para kreator lokal yang telah berkarya melalui Artist Alley. Kami berharap sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan dikenal di tingkat yang lebih luas,” kata Aswin.
HoYo FEST juga menjadi ruang interaksi antara komunitas, kreator, dan industri melalui berbagai aktivitas yang menghadirkan pengalaman kreatif bagi para pengunjung. Melalui Artist Alley, HoYo FEST ingin menunjukkan bahwa industri game tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pejuang ekraf lokal untuk berkarya, berwirausaha, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. (red)
- Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD Aswin Atonie
- Aswin Atonie
- HoYo FEST 2026
- HoYo FEST di Pondok Indah Mall 3 Jakarta
- Irene Umar
- Isi stand HoYo FEST
- Jumlah pengunjung HoYo FEST
- Sinergi Industri Gim Global dan Talenta Kreatif Lokal di HoYo FEST 2026
- Wamen Ekraf Irene Umar
- Wamen Ekraf Irene Umar dukung HoYo FEST 2026
- Wamen Ekraf Irene Umar kunjungi HoYo FEST 2026















