U

Kolaborasi Gelar Geber Mas Wujudkan Masjid Bersih dan Nyaman

SekarangAja, JAKARTAGerakan Bersih-bersih Masjid atau Geber Mas segera digelar. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi bertujuan mewujudkan masjid yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan, Geber Mas merupakan bagian dari pengembangan Program Masjid Ramah Lingkungan. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan penggerak kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami sedang gencar menjadikan masjid sebagai masjid ramah. Dalam konteks ini, kami ingin mewujudkan masjid ramah lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi implementasi program prioritas Menteri Agama tentang penguatan ekoteologi,” jelas  Arsad saat Rapat Koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, Geber Mas tidak sekadar membersihkan rumah ibadah, tetapi juga menanamkan budaya hidup bersih dan semangat gotong royong. Melalui gerakan ini, Kementerian Agama ingin memperkuat peran masjid sebagai teladan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Masjid harus menjadi sumber inspirasi masyarakat. Kita ingin menanamkan pemahaman bahwa masjid adalah tempat yang bersih, nyaman, dan menjadi contoh dalam menjaga lingkungan. Kebersihan merupakan bagian dari keimanan, sehingga gerakan ini bukan sekadar membersihkan bangunan masjid, tetapi membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat,” jelasnya.

Arsad menyampaikan, Geber Mas dijadwalkan berlangsung serentak pada 10 Agustus 2026 dengan Masjid Fatahillah Jakarta sebagai pusat pelaksanaan kegiatan nasional. Kegiatan ini akan melibatkan jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi kemasyarakatan Islam, remaja masjid, dan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya yang berkelanjutan.

“Kami berharap Geber Mas tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama di setiap masjid. Melalui gerakan ini, kami ingin menghadirkan implementasi nyata penguatan ekoteologi, di mana masjid menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta menggerakkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,”  katanya.

Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta, Fajar Eko Satriyo, mengatakan, Geber Mas sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumber serta penguatan peran rumah ibadah dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Kami berharap gerakan bersih-bersih masjid ini tidak hanya menjadi kegiatan pada momen tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Masjid diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemilahan sampah dari sumbernya,” jelasnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, Ma’mun. Ia menegaskan kesiapan DMI menggerakkan jaringan pengurus masjid hingga tingkat kota dan kecamatan untuk menyukseskan Geber Mas.

“Apa yang menjadi arahan Kementerian Agama tentu menjadi harapan kita bersama. DMI Provinsi DKI Jakarta siap membantu dan bekerja sama agar Gerakan Bersih-Bersih Masjid dapat berjalan dengan baik di seluruh masjid dan musala di Jakarta,” katanya.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, peserta membahas sejumlah langkah teknis, antara lain pendataan masjid peserta, penyediaan sertifikat partisipasi, penguatan kampanye melalui media sosial, serta pelibatan Dinas Lingkungan Hidup dalam edukasi pemilahan sampah dan penyediaan sarana pendukung di lingkungan masjid.

Kementerian Agama berharap Geber Mas menjadi gerakan nasional yang memperkuat budaya menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus mendorong implementasi penguatan ekoteologi di tengah masyarakat. (red)

Sekarang

Polisi Bakal  Denda Rp 250 Ribu untuk Ban Gundul Hoaks

Sekarang

Begini Strategi Kemenag Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Sekarang