FGD Tim Peneliti Ma Chung Bersama Pelaku UMKM Kabupaten Malang Bangun UMKM Tangguh
SekarangAja, MALANG– Tim Peneliti Universitas Ma Chung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku UMKM Kabupaten Malang. FGD dalam rangka program Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026 ini melibatkan 50 pelaku UMKM di Hotel Savana, Sabtu (18/7/2026) lalu.
Tim peneliti diketuai Prof Dr Pieter Sahertian M.Si beranggotakan Dr Felik Sad Windu Wisnu Broto, SS., M.Hum dan Dr. Seno Aji Wahyono, ST., SE., MM. FGD ini bertema, ‘Membangun UMKM Tangguh Melalui Kepemimpinan Digital Dan Kepemimpinan Inovasi Dalam Ekosistem Kewirausahaan’.
Dalam pengantarnya, Prof Dr Pieter Sahertian mengatakan bahwa saat ini UMKM sedang menghadapi persaingan yang ketat, digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen akibat kemajuan teknologi.
Atas realitas yang demikian itulah maka penting sekali dibutuhkan kepemimpinan digital dan inovasi. Dengan kepemimpinan digital dan inovasi, UMKM akan tumbuh menjadi UMKM Tangguh. Kunci kesuksesan ada di kepemimpinan digital dan inovasi.
“Bapak ibu mesti cermati bagaimana situasi kita saat ini. Tantangan begitu besar. Hasil diskusi dengan bapak ibu menunjukkan bahwa tantangan UMKM saat ini semakin besar. Selain persaingan yang semakin ketat karena menjamurnya UMKM, digitalisasi semakin luas dan perilaku konsumen yang berubah. Konsumen saat ini tiak mau repot dengan banyak hal. Maka penting sekali bagi kita untuk berdiskusi bersama, sejauh mana kemimpinan digital dan inovasi mampu menjawab semua tantangan ini,” kata Prof Dr Pieter.
Lebih lanjut Prof Dr Pieter menjelaskan tujuan dari FGD. Ada tiga tujuan penting yang ingin dicapai melalui kegiatan FGD. Pertama, menggali praktik kepemimpinan digital. Bagaimana selama ini UMKM Kabupaten Malang mempraktikkan kepemimpinan digital. Yang kedua menggali praktik kepemimpinan inovasi. Sejauh mana kepemimpinan inovasi di UMKM Kabupten Malang dipraktekkan. Dan tujuan terakhir mengidentifikasi dukungan ekosistem.
Kegiatan FGD berjalan dengan begitu menyenangkan. Di sela-sela FGD semua peserta diajak untuk berani angkat bicara. Ada banyak games dan permainan yang mampu membuat semua peserta bisa berbaur dengan baik. Satu dengan yang lain merasa nyaman dan aman. Dr Felik sebagai moderator mampu mencairkan suasana dengan berbagai macam humor dan permainan. Saat peserta ditanya oleh moderator apakah bahagia dan senang? Semua peserta dengan kompak menyatakan senang.
Di sesi tanya jawab ada tiga peserta yang menyampaikan pertanyaan menarik. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Ibu Puji sebagai salah satu pemilik UMKM. Ibu Puji menyampaikan pertanyaan perihal tips dan trik bagi UMKM untuk tetap bertahan.
Selain dari tiga hal yang sudah disampaikan oleh Prof. Dr. Pieter dalam diskusi. Dr. Seno Aji sebagai salah satu anggota peneliti menjawab. Efisiensi menjadi salah satu kunci untuk UMKM tetap bisa bertahan. Efisiensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari operasional, SDM dan pemasaran. Banyak perusahaan saat ini, menurut Dr. Seno Aji melakukan hal yang sama. Beberapa sampai melakukan PHK.
Di akhir acara FGD, Ibu Ratri sebagai perwakilan pemasaran, mempromosikan Universitas Ma Chung kepada seluruh peserta. Ibu Ratri menjelaskan bahwa kehadiran Universitas Ma Chung tidak bisa dilepaskan dari misi para pendiri. Universitas Ma Chung didirikan oleh lebih dari 90 pengusaha alumni sekolah Ma Chung dengan tujuan ikut membantu kemajuan bangsa. Universitas Ma Chung didesain secara khusus agar lulusan Ma Chung siap bekerja. Maka tidak heran jika masa tunggu kerja di Ma Chung adalah nol bulan. Sebelum wisuda sudah bekerja. Minimal bekerja di perusahaan pendiri Ma Chung.
“Bapak Ibu, salah satu pendiri Ma Chung bernama Bapak Soedomo Mergonoto. Ada yang kenal siapa beliau? Bapak Soedomo Mergonoto adalah pendiri kopi Kapal Api. Sebelum menjadi besar seperti ini, Bapak Soedomo Mergonoto menjual dan memasarkan kopi dari satu pembeli ke pembeli yang lain. Ia berangkat dari bisnis kecil, istilah sekarang UMKM. Maka Bapak Ibu semuanya. Jangan berkecil hati kalau bisnis Bapak Ibu masih kecil. Tetap semangat! Ilmu dari para dosen yang sudah diberikan bisa memotivasi Bapak Ibu untuk tetap terus berjuang!” kata Ratri. (sadw/red)















