U

Universitas Ma Chung Komitmen Dukung Peningkatan Mutu SMK Farmasi Maharani  Malang Melalui Pelatihan Guru

SekarangAja, MALANGSMK Farmasi Maharani Malang  kembali  mengadakan pelatihan guru untuk meningkatkan mutu kompetensi guru. Pelatihan digelar,  Kamis (9/7/2026) lalu mulai pagi pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dibawakan Prof Dr  Pieter Sahertian dengan judul materi, “Arsitek Peradaban: Memantik Kembali Api Semangat Dalam Mengajar”. Sedangkan sesi kedua diberikan oleh Dr. Felik Sad Windu Wisnu Broto, SS., M.Hum dengan judul materi “Mengajar dengan Hati, Berkarya dengan Profesional”.

Kepala SMK Farmasi Maharani Malang Endah Lilistyowati SPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Ma Chung yang konsisten hampir setiap tahun mengirimkan dosennya untuk memberikan pelatihan kepada guru.  SMK Farmasi Maharani tetap berkomitmen untuk selalu meningkatkan mutu sekolah melalui pelatihan-pelatihan yang diikuti guru.

“Terima kasih Prof  Pieter dan Dr  Felik yang sudah berkenan hadir di SMK Farmasi Maharani untuk memberikan pelatihan bagi bapak ibu guru kami. Sekolah selalu komit untuk selalu meningkatkan mutu kompetensi guru melalui berbagai macam pelatihan. Hari ini secara khusus guru akan mendapatkan pelatihan dari Prof Pieter dan Dr  Felik mengenai profesionalisme guru. Harapannya melalui kegiatan ini bapak ibu guru semakin sadar akan peran profesionalismenya sebagai guru,” papar Endah, S.Pd.

Mengawali sesinya, Prof Pieter mengajak seluruh peserta untuk yel-yel bersama dengan tema guru. Semangat guru adalah melayani, mengisnpirasi dan menggerakkan! Di sesi ini Prof  Pieter mengajak peserta untuk refleksi Kembali mengapa memilih profesi guru. Menjadi guru menurut Prof Pieter lebih dari sekadar profesi. Setiap instruksi adalah benih. Setiap kata yang keluar dari mulut guru adalah benih perubahan yang akan tumbuh jauh melampaui batas ruang kelas.

“Seorang guru itu seperti pelita! Seorang guru bukan sekadar penyampai materi, ia adalah pembentuk karakter dan penjaga martabat manusia. Pengaruh seorang guru dapat mengubah lintasan hidup seorang anak selamanya. Ruang kelas bukan hanya ruang instruksi, ia adalah pusat inspirasi yang ada ciptakan setiap hari” urai Prof  Pieter.

Sesi kedua berjudul  “Mengajar dengan hati, berkarya dengan professional”. Sesi kedua diberikan oleh Dr. Felik Sad Windu WB. Mengawali sesinya, Dr  Felik melontarkan pertanyaan yang cukup mengagetkan untuk para guru, siapa yang pernah merasa sangat lelah menjadi guru? Semua peserta spontan menjawab saya! Melalui pemaparannya, Dr. Felik menegaskan bahwa menjadi guru memang melelahkan. Yang membuat  bertahan bukan karena pekerjaannya mudah, tetapi karena  tahu pekerjaan ini sangat bermakna. Setiap hari   mungkin hanya mengajar satu materi saja. Namun bagi siswa, mungkin itulah hari yang mengubah hidupnya.

“Teman-teman guru, saya sejak tahun 2005 sudah menjadi guru. Pernah di TK, SD dan sekarang di perguruan tinggi. Kalau ditanya pernah lelah? Jawaban saya sering! Tetapi mengapa sampai saat ini saya masih bertahan? Karena pekerjaan ini sungguh bermakna,’’ kata Dr Felix.

‘’Kehadiran kita bagi murid-murid kita sangat berharga dan bermakna. Mungkin kita berpikir tidak ada hasilnya untuk saat itu. Tetapi benih yang kita tanam hari  ini bisa tumbuh bertahun-tahun kemudian. Kadang benih yang tumbuh itu menjadi pohon yang tidak pernah kita pikirkan,” sambung Dr  Felik

Di akhir sesi Dr  Felik mengajak semua guru untuk Kembali lagi mengajar dengan sepenuh hati dan berkarya dengan profesional. Guru yang profesional artinya guru yang terus belajar, mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan membangun budaya kolaborasi untuk meningkatkan pembelajaran.

Dr. Felik sangat mengapresiasi sekolah yang selalu mengajak Universitas Ma Chung berkolaborasi untuk meningkatkan mutu Pendidikan dan kompetensi guru. (sadw/red)

Sekarang

Besok Kefa Air Dijadwalkan Mendarat Perdana  di Sasi

Sekarang

Ini Alasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Rutin Sidak

Sekarang

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah Berawan

Sekarang