U

Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Gerakan Ekonomi Kreatif Banyuwangi

BANYUWANGI-Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Wisata Adat Kemiren Kecamatan Glagah, kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur demi menggerakkan sektor ekonomi kreatif berbasis kopi.

Dikutip dari infopublik.go.id, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa Festival Ngopi Sepuluh Ewu selain menjadi bagian dari tradisi di Desa Adat Kemiren juga sebagai upaya menggerakkan  ekonomi berbasis kopi.

“Banyuwangi memiliki potensi kopi yang besar, dan banyak anak muda yang menggarapnya dengan kemasan menarik. Festival ini menjadi ajang untuk mempromosikan kopi Banyuwangi ke pasar nasional dan internasional,” ujar Bupati Ipuk melalui keterangan tertulisnya, Minggu (5/11/2023).

Ribuan orang memadati jalan utama Desa Kemiren Sabtu malam (4/11/2023) untuk menikmati suguhan kopi yang disuguhkan masyarakat Suku Osing. Sajian kopi disuguhkan di setiap halaman rumah warga sepanjang 2 kilometer. Menariknya, warga desa memakai pakaian adat dan menyuguhkan kopi kepada tamu dengan menggunakan cangkir khusus yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kopi yang disuguhkan pun beragam, mulai dari arabika, robusta, hingga house blend. Disajikan pula beragam jajanan tradisional untuk menemani menyeruput kopi.

Festival ini memiliki filosofi “sak corot dadi seduluran”, yang artinya sekali seduh kita bersaudara. Dengan ngopi bersama, warga desa merekatkan tali persaudaraan.

Pengunjung yang hadir diajak minum kopi sambil lesehan ataupun duduk di teras halaman yang disulap menjadi ruang tamu. Banyak warga dari berbagai daerah di Banyuwangi hadir di acara tersebut. Agenda ini dijadikan warga untuk berkumpul dengan kerabatnya di akhir pekan, mereka tampak akrab dan bercengkerama dengan warga desa sambil menyeruput kopi hangat.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu juga menarik wisatawan mancanegara. Salah satunya Patrick O’Brien, asal Irlandia yang mengaku senang bisa datang ke acara itu.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya bisa merasakan kopi khas Indonesia yang lezat dan beragam, serta merasakan keramahan dan kehangatan warga Desa Kemiren. Saya juga belajar banyak tentang budaya dan tradisi Suku Osing yang unik dan menarik. Saya merasa seperti menjadi bagian dari keluarga besar di sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemiren Muhamad Arifin mengatakan Festival Ngopi Sepuluh Ewu ini digelar bersama dengan perayaan Hari Jadi Desa Kemiren pada 5 November.

“Kami sengaja mengundang seluruh masyarakat Banyuwangi dan wisatawan datang ke perayaan Desa Kemiren untuk merasakan kehangatan dan persaudaraan dalam setiap teguk kopi,” katanya.

Tradisi yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival itu bukan sekadar acara minum kopi bersama, melainkan pertunjukan budaya yang menggambarkan keramahan dan kemurahan hati warga Osing.(ei)

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah

Sekarang

Ini Cuaca Jakarta Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Sekarang

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprakirakan Cerah

Sekarang