MFF 2026 Sukses Digelar, Kuatkan Iklim Industri Fesyen Kota Malang
SekarangAja, MALANG– Industri kreatif fesyen Kota Malang semakin mengobarkan keberadannya. Salah satunya melalui koleksi-koleksi kreatif nan inovatif yang dipertunjukan saat Malang Fashion Fest (MFF) 2026 di Malang City Point yang berlangsung dua hari.
Event yang dimulai Sabtu (14/2/2026) hingga kemarin, Minggu (15/2/2026) ini mampu menggaet perhatian masyarakat pecinta fesyen. Selain itu membuka peluang industri fesyen Kota Malang berkembang pesat.
Mengusung tema “Dimension”, MFF 2026 melibatkan 50 lebih desainer asal Malang Raya. Dengan ratusan koleksi-koleksi fesyen yang kreatif dan inovatif. Ini diapresiasi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
“Malang Fashion Fest ini menjadi salah satu barometer ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen. Kita ingin menunjukkan bahwa karya desainer dan UMKM Kota Malang sangat bisa diandalkan dan mampu bersaing,” ujarnya.
Menurut Wali Kota Wahyu, penyelenggaraan MFF sejalan dengan Dasa Bakti Unggulan ‘Ngalam Laris’ yang mendorong produk-produk lokal semakin dikenal luas. Ia menyebut banyak produk fesyen dan kriya asal Kota Malang yang kini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk memfasilitasi UMKM, khususnya di bidang fesyen. Kita ingin produk-produk Kota Malang semakin naik kelas dan memiliki daya saing tinggi,” kata Pak Mbois, sapaan akrab Wali Kota Wahyu Hidayat.
Wahyu menyebut bahwa Kota Malang kini telah disejajarkan dengan 58 kota di dunia, termasuk Paris dan Seoul. Ini setelah ditetapkan sebagai kota kreatif dunia. Ditegaskannya bahwa predikat tersebut harus dibuktikan dengan karya dan konsistensi.
Wahyu pun mengapresiasi peran para desainer muda yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dan warna baru dalam industri fesyen daerah. “Anak-anak muda kita luar biasa. Kreativitas mereka harus terus kita dukung. Pemerintah hadir untuk memberikan ruang, kesempatan, dan panggung seperti ini,” kata orang pertama di Pemkot Malang ini.
Salah satu desainer penampil, Lia Safira antusias dan senang terlibat dalam event fesyen ini. Sebanyak 10 koleksi terbaru Lia Safira cukup menarik perhatian fesyen people yang hadir di MFF 2026 kemarin. Motif ceria Lia Safira memadukan bahan kain brokat dengan kain tile, keduanya memunculkan kesan elegan dan glamor untuk digunakan pada momen momen yang penuh makna di Bulan Suci Ramadan.
“Memang koleksi terbaru saya tahun ini untuk menyambut momen Idul Fitri lebih condong ke warna warna cerah. Kalau tahun lalu nuansa warna hitam glamor, tahun ini main lebih berani dengan warna warna vibrant seperti kuning, hijau, oranye, merah dan yang cerah cerah lainnya,” papar Lia, owner Brand Fesyen Lia Safira saat ditemui di sela sela show.
Lia, sapaannya, mengaku tren busana muslim selalu dinamis dan mengikuti tren. Terutama untuk kalangan wanita-wanita berhijab, yang menginginkan busana muslim yang tidak monoton, trendy dan unik.
Itulah mengapa Lia berani mengambil motif lebih ramai dan juga warna yang cerah. Dan diakuinya, banyak warga penggemar fesyen menyukai.
Tahun ini, kurang lebih ada 20 koleksi baru dibuat untuk menyambut momen Lebaran di Lia Safira. Dengan tren lainnya yang muncul adalah koleksi Outer (luaran) yang memiliki motif baik polos maupun berhiaskan manik-manik dan motif printing.
Menurut Lia, warga saat ini senang mengekspresikan diri dengan ragam motif dan warna dan menambah berbagai aksesoris unik lainnya. (cia)















